Saturday, 18 February 2017

Mengurai Isi Kepala

1. Kenapa aku selalu dianggap sebagai bukan orang yang baik-baik ketika aku punya keinginan, atau pendapat yang berbeda dari kebanyakan orang, masyarakat, dll?

2. Seperti apa rasanya meraih sukses menurut garis yang dijabarkan masyarakat, yang mereka jadikan ukuran untuk menilai seseorang.

3. Masih bermimpi untuk menemukan kedamaian dan kejelasan hidup. Yang terpenting adalah kesediaan untuk melakukan apapun yang diperlukan, dan keterbukaan untuk berkembang.

4. Melepas ekspetasi-ekspetasi apapun yang membebani, mengevaluasi setiap persahabatan yang pernah ada untuk melihat siapa teman sejati, siapa musuh pembawa belati. Mendengarkan dengan jujur suara-suara dalam benak yang memutar pesan-pesan apapun yang kita ingat.

5. Tidak ada suatu kebetulan. Aku sendiri yang membuatnya terjadi, memanggilnya mendekat dan kejadian itu datang.

6. Kenapa ya orang-orang selalu minta dihormati, tanpa mau menghormati kembali?

7. Kehidupan mencerminkan setiap pikiranmu tentangnya Manusia meyakini dan percaya bahwa penderitaan dan kesulitan adalah bagian normal dalam hidup. Dan itulah realitas sehari-hari yang diturun-temurunkan per generasi. Sedih.

8. Untuk hidup bahagia, kita harus melepaskan keyakinan-keyakinan negatif itu. Generasi tua dulu tidak bersedia melakukannya. Jangan putus asa.

9. Apapun yang kamu peroleh, sama dengan apa yang kamu inginkan. Tanpa disadari, aku sering mengucapkan sesuatu yang bahkan semenit kemudian aku lupa sudah mengucap apa. Itu dia. Itu bergerak naik menuju-Nya. Jadi ketika apa yang aku peroleh ini ada, aku tidak sadar bahwa ternyata memang ini yang pernah aku inginkan.

10. Aku tidak boleh percaya tentang ketidakberdayaan dalam menghadapi hidup. Karena apa yang aku percayai, itulah yang aku alami.

11. Manusia selalu merasa "tidak cukup". Ilusi ketidakcukupan ini adalah ilusi terbesar umat manusia. Kalau kita merasa apa yang kita butuhkan untuk hidup (apalagi untuk sekedar merasa bahagia) tidak tersedia dalam jumlah yang "cukup" kamu akan berjuang mati-matian untuk mendapatkan itu sebanyak mungkin. Semakin lama semua menjadi gila. Sebab sebenarnya semua tersedia "cukup" untuk semua orang. Kita harus percaya itu. Setelah usaha maksimal, tanpa perlu mengorbankan diri sendiri.

Keluar juga debu-debu di kepala ini.
Random sekali. Sapu bersih, mulai hidup lagi. Sedang diusahakan.


Ambon,  19 Februari 2017





Quote of the day: "Every accomplishment starts with the decision to try."

SEPI (HAK)

Terjerat hingga tak mampu lepas.
Terperangkap hingga kebas rasa-rasa.
Terkurung hingga sulit menjauh.
Terjebak hingga tak lagi bisa untuk sekedar berbalik.

Jika harus mati terjerat bosan.
Aku tak akan pernah mengeluh, sebab kematianku berasal dari kejenuhan untuk menunggumu.

Lalu kemudian sadar bahwa jatuh terlalu dalam akan membawaku pada penantian yang tak akan usai-bila segalanya hanya SEPI(HAK).





Quote of the day: "Never give up on something you really want. It's difficult to wait, but it's more difficult to regret."

Kamu Yang Tidak

Aku rasa, kita tidak saling jatuh cinta.

Kita, hanya dua orang yang tak sengaja dipertemukan dalam satu keadaan, lalu kebetulan bahagia berkat kehadiran masing-masing. Tapi, tidak untuk lebih.

Kita, hanya dua orang yang saling membutuhkan untuk membunuh kesepian di sisi kita, lalu merasa nyaman karena memiliki seseorang untuk diajak berbagi. Tapi, itu sudah cukup.

Aku, tidak memerlukan lagi jawaban atas pertanyaan “kita ini apa?”. Kamu, juga mungkin tidak pernah berniat menjanjikan “kita”. Aku, kamu, tahu itu.

Aku, mungkin sudah terlanjur jatuh sebelum kamu mencegahku. Kamu, mungkin pernah sekali saja kagum padaku. Tapi, perihal perasaan kita, biarlah kita mengetahuinya dengan cara yang paling indah.

Aku rasa, kita memang tidak saling jatuh cinta. Atau mungkin, aku saja, kamu yang tidak.