Saturday, 25 April 2015

סמנתה חירות


I try to never forget my first experience, and how nervous I was when I first started thinking about getting a tattoo. The answers I got only led me to more questions. I was told to make sure my artist used an autoclave...what the heck is that? And I read somewhere that the machine and clip cord should be covered with plastic...the whoosy whats it? I started realizing I had so very much to learn before I was going to let anyone touch my skin with that noisy little contraption.
I have no clues how can I have imagination to do it, but I’m finally did it. My Tattoo was mean Liberty or you can say it, Freedom. You can see it your self and you have no idea what is that supposed to mean. I just can say only God, a view people and I, who knows the meaning of it.
This is my first time and I can’t promise it will be the last.





Quote for today: "As a sign of rebellion I got tattoo of the most conventional thing I could think of."

Tuesday, 21 April 2015

sadarkah kau?



andai saya bisa mengulang waktu,
saya ingin lebih lama lagi dengannya,
mengukir kisah cinta hingga tak lengkang oleh waktu

andai saya bisa mengulang waktu,
saya ingin tidak berpisah darinya oleh berbagai alasan,
karena hati ini terpaut olehnya

hingga saat ini...
saya masih tidak bisa melepaskan bayangnya dari ingatan,
dari kepedihan hati yang paling dalam.
kita memang tidak lama,
bahkan kita tidak memiliki kisah cinta seperti hal pasangan yang lain,
tetapi ternyata dia sanggup menyakiti hati. sangat dalam...

apa yang terbayang dalam pikirannya saat melihat saya lagi?
namanya tak pernah hilang dari diri ini
sejak saya bernafas dan akan tetap ada
hingga saya tidak sanggup bernafas lagi.

sentuhannya tidak pernah meninggalkan raga
sejak kali terakhir kita bertemu,
aku masih memeluknya dengan erat,
merasakan hangat dirinya.

dan, kini, jika saya mengatakan bahwa saya telah melupakan semua hal tentang kita,
itu adalah kebohongan terbesar yang pernah saya lakukan dalam hidup ini.

bagi saya, kisah kita bukan seperti tulisan di atas pasir
yang akan terhapus ketika ombak menerjang.
bagi saya, dia adalah mentari yang selalu saya butuhkan.

sadarkah kau?

Ambon, 21 April 2015





Quote for today: "If I am unhappy about something you did, you will know cause you can feel it even when I don't say anything."

Monday, 20 April 2015

T U L U S

"I wish people could just say how they feel like 'Hey I really don't like when you do that to me' or 'Hey I'm in love with you' or 'Hi I really miss you and I think about you all the time' without sounding desperate. Why can't everyone be painfully honest and just save people the trouble?"

Ketika saya begitu tulus mengucapkan apa yang saya rasakan, saya berharap orang lain dapat menerimanya dengan tulus dan tidak menyimpan penilaian akan apapun yang saya katakan. Ketika saya mengatakan sesuatu, saya tak ingin khalayak berpikir bahwa saya putus asa, atau mungkin terdengar terlalu merendahkan diri, atau terlihat seperti saya membutuhkan pengasihan dari orang lain. Mengapa kehidupan makhluk yang kita sebut manusia,hari-hari ini di penuhi kemunafikan? Mengapa tak semua orang dapat menciptakan hidup tulus tanpa menilai dan menuduh ucapan seseorang?

Bukannya ingin berpikiran negatif, tetapi saya mempunyai teori saya sendiri. Setiap orang memiliki topengnya masing-masing. Mereka berganti-ganti peran sesukanya. Sementara saya belum cukup cerdas untuk mengerti wajah dan kenampakan aslinya. Saya hanya melihat segala hal yang mereka tunjukan, tanpa pernah tahu apa yang sebenarnya ada didalam hati setiap orang.




Pada saat saya bersahabat, saya begitu bersahabat dengan tulus. No drama. Mencintaipun dengan tulus. Di lain pihak, mereka belum tentu membalas ketulusan saya dengan tulus, tidak sama seperti yang saya terapkan. Entah karena mungkin mereka menyukai hidup dalam kepura-puraan, hidup dengan ke egoisan atau karena mereka hanya seonggok kotoran yang hidup dalam kemunafikan?

Bagaimana caranya hidup berdampingan dengan manusia-manusia di luar sana, ketika ketulusan menjadi hal kesekian yang di perhitungkan? Bagaimana menjalani dunia yang begitu canggih namun mentalitas sumber daya manusianya bobrok? Norma-norma kehidupan semacam tidak berarti dan ke egoisan manusia lebih mendarah daging. Khalayak ramai menjadi korbankan atas segala sifat busuk orang-orang pemakai topeng itu. Iming-iming manis, namun membusuk bagai duri didalam daging.

Hidup macam apa ini? Mungkin saya yang salah menilai. Atau mungkin karena saya terlalu jujur sampai terlihat seperti menyindir.

Tidak perlu menjilat untuk terlihat, tidak harus menggonggong agar di tolong, tidak harus menggigit untuk berduit, hidup tidak se-Anjing itu kawan.

Malah hewan dapat lebih faithful dan tulus kepada majikannya daripada manusia ke sesamanya. Mengapa hidup jadi selucu ini? No! Saya malah berpikir HIDUP ini HEBAT. Hanya saja orang-orangnya yang membuat HIDUP menjadi BERAT!





Quote for today: "Though me is secretive, I hate things being kept from me & I will find out, I always do."

Tuesday, 7 April 2015

Forgive & Forget

Mengampuni dan Melupakan...
2 hal yang sangat sulit untuk dilaksanakan oleh kebanyakan orang. Terlebih ketika seseorang menyakiti perasaan kita. Mungkin terdengar terlalu klise dan mudah bagi saya mengatakannya kepada orang lain. Atau ketika saya mengatakan kedua hal ini bukan berarti saya pernah membaca quote kenamaan, atau mungkin karena saya pernah mendengar orang lain mengatakannya kepada saya. Kedua alasan itu tak ada yang salah, hanya saja saya mengilhami kata mengampuni dan melupakan dari sosok yang saya selalu upayakan untuk di teladani, sosok itu adalah "YESUS".

Disini saya tidak akan berbicara tentang apa yang di ajarkan oleh Agama yang saya anut, atau tentang apa yang Tuhan saya ajarkan didalam Kitab Suci, Alkitab. Disini saya akan berbicara tentang pengalaman hidup saya sendiri.

Mari saya ajak untuk flashback kembali ke salah satu blog saya yang berjudul, "Move on itu karena Terbiasa". Di situ saya menyebutkan sepenggal kalimat tentang Forgive and Forget. Dan disini saya akan mengkupas secara lengkap tentang apa sih arti 'Mengampuni' dan 'Melupakan' bagi diri saya sendiri.


FORGIVE
Forgive di artikan dalam kamus "Merriam Webster"
: to stop feeling anger toward (someone who has done something wrong) : to stop blaming (someone)
: to stop feeling anger about (something) : to forgive someone for (something wrong)

Seperti di jabarkan di atas, pengertian lain dari Forgive adalah berhenti marah ataupun mendendam ke seseorang. Mungkin juga berarti berhenti menyalahkan orang lain atau seseorang. Atau lebih kepada memaafkan seseorang karena sesuatu yang salah telah terjadi.

Pada umumnya pengertian Memaafkan atau Mengampuni memang seperti itu. Tapi maknanya lebih dalam dari apa yang bisa di jabarkan. Tak ada kata yang dapat menggambarkan makna Forgive yang sebenarnya. Pengertiannya ada pada diri kita sendiri. Diri saya sendiri.

For - Give : untuk memberi.
Saat saya Mengampuni atau Memaafkan seseorang karena menyakiti hati, saya memberikan KASIH kepada mereka. Memaafkan berarti memberikan sesuatu yang kuat untuk mengalahkan KEBENCIAN. Terdengar melodramatis, tetapi ketika kita Mengampuni kesalahan seseorang kita mendamaikan diri kita sendiri dengan perasaan yang ada didalam hati seperti, sakit hati, benci, emosi, kecewa, marah, dan sebagainya.

Forgiveness is not always easy. At times, it feels more painful than the wound we suffered, to forgive the one that inflicted it. And yet, there is no peace without forgiveness.
Marianne Williamson


FORGET
Forget di artikan dalam kamus "Merriam Webster"
: to be unable to think of or remember (something)
: to fail to remember to bring or take (something)
: to stop thinking or caring about (someone)

Seperti di jabarkan di atas, pengertian lain dari Forget adalah tidak diijinkan atau di perbolehkan untuk mengingat sesuatu. Mungkin juga berarti meninggalkan yang tidak perlu diingat atau meninggalkan sesuatu di bawa. Atau lebih kepada berhenti memikirkan dan berhenti peduli kepada seseorang.

Pada umumnya pengertian Melupakan memang seperti itu. Tapi maknanya lebih dalam dari apa yang bisa di jabarkan. Tak ada kata yang dapat menggambarkan makna Forget yang sebenarnya. Pengertiannya ada pada diri kita sendiri, bagaimana kita memaknai Melupakan dari sudu pandang diri sendiri.

For - Get : untuk mendapat.
Ketika saya memutuskan untuk Melupakan kesalahan seseorang yang menyakiti hati, saya membuka  diri saya ke sesi dimana saya akan terpaut dengan kedamaian. Tidak mengingat kesalahan yang dilakukan oleh orang lain, membawa saya masuk ke pintu kedamaian di masa akan datang. Melupakan berarti kita mendapatkan kebebasan untuk melanjutkan hidup.

I've learned that people will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel.



Klimaksnya, saya terkadang sering berpikir mungkin saya terlalu gampang mengatakan Forgive & Forget kepada orang yang sedang terlibat dalam sebuah situasi. Mungkin saya akan di-judge karena saya cuma bisa berbicara dan tidak mengerti perasaan orang tersebut. Tetapi kembali lagi ke pribadi saya sendiri, saya mengajak orang lain untuk Mengampuni dan Melupakan bukan karena saya tak tahu apa-apa atau lebih parah karena saya sok tau. Kalian salah besar. Karena orang yang lebih tahu adalah orang yang telah mengalami pengalaman itu sendiri.

Saya sudah melihat dan mengalami dampak dari pengambilan keputusan untuk Memaafkan dan Melupakan orang-orang yang telah menyakiti hati saya. Bukan karena mereka pantas untuk di maafkan, tetapi karena saya pantas mendapatkan kedamaian dengan diri saya sendiri. Dan pada saat saya melupakan, bukan karena mereka tidak berharga untuk di ingat, tetapi karena saya pantas memulai masa depan tanpa orang-orang yang tidak perlu di ingat dan karena saya pantas menjalani hidup bersama dengan orang-orang yang layak menjadi bagian dalam hidup saya.

Ketika saya sudah menantang diri saya untuk melakukannya, pertanyaannya sekarang adalah "Maukah kamu menantang dirimu sendiri untuk melakukan hal yang sama, Memaafkan dan Melupakan?"





Quote for today: "I'm breaking free from those memory. I've let it go, just let it go..."