Tepat dipersimpangan jalan itu
Aku menemukanmu
Bersama hembus udara
Yang luruh menyentuh kulitmu
Tepat di persimpangan jalan itu
Pandangmu tak lupa untuk bertamu
Bersama untaian debu
Yang terhempaskan oleh jejak kakimu
Tepat dipersimpangan jalan itu
Tegarmu menyelimuti sekujur dirimu
Bersama sejuknya pagi
Yang mengisi palung jiwamu
Hari ini ku bawa diri kembali megukir kenangan dulu
Ku putar kembali kisah yang telah berlalu
Mengais rindu yang menumpuk dalam rongga dadaku
Yang enggan pergi meski berkali-kali telah disapu
Tepat di persimpangan jalan itu
Tak ku rasakan hal yang sama seperti dulu
Bersama hadirnya aroma tubuhmu
Yang tak didampingi nampaknya ragamu
Tepat di persimpangan jalan itu
Aku berpijak dengan wajah sendu bersama nostalgia syahdu
Yang perlahan menikam memori masa lalu
Kini aku segera melewatkanmu
Tepat di hari dulu kita bertemu
Memadu tatap yang menjadi candu
Sebab tepat di persimpangan jalan itu
Aku kehilanganmu
Ambon, 31 Oktober 2015