Monday, 29 February 2016

Sanggupkah Kau Membuatku Jatuh Cinta Untuk Kedua Kalinya?

Kepada Kau,
Lelaki yang dulu pernah membuatku jatuh cinta sejatuh-jatuhnya
Lelaki yang dulu memberiku luka
Lelaki yang begitu pandai menaklukan hatiku

Kau adalah salah satu dari segala yang ingin ku tahu
Aku selalu menunggu waktu
Waktu dimana Tuhan memberiku kesempatan untuk berhadapan denganmu
Setelah lama kita tak saling mengisi waktu

Aku tak berkhayal perihal perilakumu yang romantis yang sering kali membuatku ingin tersenyum manis

Inginku sederhana, sungguh sangat sederhana
Mari kita habiskan waktu saling bicara
Bicara perihal apa saja
Sampai nanti kudapati beberapa perihal kau yang begitu rahasia

Datanglah, jangan memutar balik arah
Jalan menujuku hanya tinggal beberapa langkah

Datanglah, aku tahu kau kembali datang membawa beribu harapan palsu
Tak apa, jangan ragu
Lanjutkan langkahmu
Aku memang sedang menunggu kehadiranmu

Datanglah!
Akan ku sambut kau dengan ramah

Kau pernah membuatku sangat mencintai
Kau pernah membuatku merasa sangat dicintai
Lalu dengan sengaja membuatku terpaksa harus pergi
Pada hari itu aku menangis berhari-hari

Kau pernah membuat rinduku menjadi tak terbagi
Pada hari itu aku tak henti-henti mendoa untukmj
Setelah Ayah, namamu-lah yang kusebutkan disepertiga malam juga disetiap doaku

Kau pernah memberiku cinta yang seolah nyata
Seolah padaku kau tulus mencintai
Kau pernah begitu pandai berpura-pura
Membuatku merasa menjadi perempuan paling bahagia

Mari kita habiskan waktu berdua untuk saling bicara
Abaikan saja kisah kita yang dulu pernah ada
Karena kini untukku; Kau adalah lautan yang ingin kuselami
Selalu menjadi rumah yang dulu selalu ingin untuk aku tinggali

Mari kita habiskan waktu berdua untuk saling bicara
Sampai nanti kudapati apa yang ada dibenak seorang pengkhianat cinta
Yang pandai menaklukan hatiku

Mari kita lihat sanggupkah kau membuatku jatuh cinta untuk kedua kalinya seperti yang sudah terencana?

Pada langit yang berputar
Kutitipkan ribuan peluk
Untuk sebuah luap rasa
Yang lumat terkunyah hati

Pada hujan yang rintiknya berlabuh
Kutitipkan ribuan kecup
Untuk sebuah nama yang belum tereja
Tak kunjung sampai di ujung bibir

Dan padamu, kasih
Kutitipkan sebait degup
Untuk sebuah lagu tak berujung

Ku minta kau nyanyikan
Bersama dengan janji
Ketika semesta melebur dua kepingnya

Aku
Dan
Kamu...

Jika salah satu dari kita mati, sampai jumpa di kehidupan yang lain.

Ambon, 28 Januari 2015

Thursday, 11 February 2016

Jangan Menyerah Meski Aku Berada Pada Titik Terlelah

Sejak hari pertama aku mencintaimu
Aku memiliki sebuah mimpi; sebuah impian
Untukmu aku ingin menjadi seorang yang begitu pengertian
Aku pernah mendengar ada yang berkata bahwa;
Yang selalu menjadi idaman adalah ia yang penuh pengertian.

Bila atas kesalahanmu yang sudah-sudah kau mendapati aku begitu mudah melupakan
Disuatu waktu mungkin kau mendapati bahwa aku begitu sulit untuk sekedar memaafkan

Aku berharap agar kau sungguh pantang menyerah
Karena sesungguhnya jauh sebelum kau memintanya
Aku sudah lebih dulu memaafkanmu
Namun aku butuh tahu perihal upayamu
Aku butuh tahu perihal kesungguhanmu

Tahukah kau,
Besarnya upayamu adalah cerminan dari seberapa berharganya apa-apa yang sedang kau upayakan

Bila pada pertengkaran yang sudah-sudah kau mendapati aku begitu tabah
Bila yang sudah-sudah kau dapati aku begitu bersemangat memperbaiki jarak diantara kita
Disuatu waktu mungkin kau mendapati aku hanya berdiam diri saja
Atau lebih memilih untuk mundur beberapa langkah seolah-olah aku sudah tak ingin lagi untuk terus melangkah

Aku berharap agar kau sungguh pantang menyerah
Kau tentu tahu bahwa harus ada yang mengalah diantara salah satu
Kau dan aku jelas tahu bahwa mengalah sungguhlah perlu
Namun bila harus selalu aku, aku akan menjadi ragu padamu

Mengertilah, bahwa aku butuh bukti
Bukti bahwa aku tidak mencintai sendiri
Bukti bahwa kita benar-benar saling mencintai

Yang saling mencintai tidak akan pernah merasa berat hati untuk saling mengerti
Yang saling mencintai akan berupaya sebaik mungkin untuk saling memperbaiki
Yang saling mencintai akan melakukannya bersama
Bukan hanya sendiri saja

Bila disuatu waktu kau dapati aku tak seperti biasanya
Maka sebenarnya itu hanya berarti satu saja: Aku sedang berada dititik lelah

Aku hanya lelah, bukan ingin menyerah
Kita tak selalu baik-baik saja
Namun ada yang ingin ku pinta darimu
Bisakah agar kau jangan menyerah meski aku berada dititik lelah

Karena bila kau menyerah, itu juga berarti satu: Kau mematahkan hatiku