Friday, 25 December 2015

Jatuh Cinta Itu Tidaklah Mudah

Jatuh cinta itu tidaklah mudah...

Kau harus mampu berdamai lebih dulu dengan masa lalu. Kau harus belajar menutup luka menganga yang berkali-kali terbuka hanya karena sebuah lagu, rintik hujan, atau bahkan kenangan yang sepintas lewat dikepala.

Setelah itu kau harus mengalahkan ketakutan-ketakutan untuk jatuh di lubang yang sama. Membuang jauh-jauh praduga-praduga di kepala perihal ketakutan akan mengalami kegagalan yang serupa. Menyampingkan rasa sakit di dalam hati yang padahal selalu menusuk-nusuk di setiap detiknya.

Lalu kau mulai berjudi dengan dirimu sendiri, tentang sebuah rasa dalam taruhan besar yang bernama jatuh cinta. Berspekulasi tentang resiko-resiko jika kembali membuka hati kepada orang yang tak kau kenal sebelumnya.

Lantas setelah semua hal-hal itu berhasil dilalui, kau mulai berani untuk membuka hati lagi.

Maka janganlah seenaknya pergi setelah berhasil membuat seorang kembali berani membuka hatinya. Perjuangannya tidak segampang kau memberi harapan lalu melangkah pergi. Jangan pernah menyentuh hati seseorang kalau pada akhirnya kau menyakitinya.

Feliz Navidad fellas

25 Desember 2015

Wednesday, 23 December 2015

Masih Menunggu "Senja Utama Yogya"



"Sawingalih Malam", terpampang di atas pintu gerbang; saya masih menunggu sejak jam 2 WIB siang ini di stasiun kereta sampai jam 7 malam nanti. Menanti tulisan di atas pintu gerbang itu berubah menjadi "Senja Utama Yogya", yang menghantarkan saya ke tempat yang belum pernah saya tapaki. Excited!

Ketika menanti dan menunggu adalah hal cukup membosankan, kali ini saya dengan senang hati melakukannya. Saya punya waktu sendiri untuk menulis sekelebat yang terlintas di benak saat saya duduk di atas koper abu-abu yang menemani perjalanan saya sejak jam 5 WIT pagi tadi di Ambon.

Mungkin handphone saya sudah kehabisan daya, tak lagi menggunakan arloji, saya kesepian tanpa memberi kabar ter-update perjalanan saya padamu. Tapi tak apa, saya masih bisa mengutarakan imajinasi saya melalui tulisan di agenda ini. Disamping saya ada tiang beton penyangga bangunan yang besar, dengan dihiasi pot bunga setinggi pinggang saya.

Untuk hari ini saja, saya begitu sabar menunggu. Bersungut pun hanya padamu yang masih dengan setia menunggu kabar dari saya yang berkelana jauh. Tugasmu sederhana, mendengar keluhan saya dan menuntun saya ke kota yang kau rindukan itu. Sungguh kegilaan ini hanya aku, kamu dan Tuhan yang tahu.

Disaat saya merasa susah disini, saya ingin mengutarakannya padamu. Entah mengapa sejak 8 bulan yang lalu, kau sudah menjadi tempat mengeluh, tempat mengutarakan isi pikiran saya, tempat saya kembali pulang kemana pun saya melarikan, saya tahu kemana saya harus pulang. Kar'na hanya kau yang mengerti, sangat mengerti pribadi saya sekarang.

Ini pilihan saya. Dan saya berharap kau dapat bergabung dan kita melakukan perjalanan gila ini bersama. Karena entahlah, denganmu segala kesulitan terasa lebih mudah untuk dihadapi. Seandainya kau ada disini. Karena saya masih menunggu waktu itu tiba. Walaupun saya merasa, saya bukanlah tempatmu kembali pulang.


Stasiun KA Senen
Jakarta, 19 Nov 2015

Menanti & Menunggu

Hari ini setelah sekian lama, saya berpapasan dengan begitu banyak manusia yang lalu lalang seharian ini, di stasiun kereta api. Kali pertama bagi saya berkelana seorang diri tanpa satu orang pun yang menemani. Mungkin sebagian orang tak ada yang tahu kemana tujuan saya, tetapi saya ingin tersesat, menemukan tempat baru yang belum pernah saya jamah. Dan saya, menyukai kegiatan berkelana saya hari ini.

Tujuan saya kali ini, menuju Yogyakarta. Tempat dimana kau selalu berujar, "Tempat yang ku rindukan", mungkin karena ada dia disana yang selalu kau kagumi.

Saya tak cemburu, sungguh! Kali ini saya sungguh tak cemburu. Penantianmu di stasiun kereta yang menghantarkanmu ketempatnya. Tempat kenangan kalian.

Perjalanan yang saya lakukan sekarang adalah agar saya sendiri merasakan pengorbananmu. Merasakan cerita-ceritamu sendiri melalui penantian di stasiun kereta ini. Dan saya pernah sepicik itu, berharap kau menanti juga pertemuan denganku, seperti kau menanti kereta api yang membawamu bertemu dengannya.

Saya tak mengenal siapapun yang saya lewati di stasiun ini. Tergesa-gesa, menuju panggilan terakhir kereta yang segera melaju di kegelapan. Atau ada yang menjemput datangnya kerabat, menanti dan menunggu lagi.

Pemandangan baru ini membawa saya ke demensi lain, dimana saya mempunyai waktu untuk saya sendiri tanpa ada interfensi dari orang-orang yang mengenal saya. Cukup membahagiakan menekmati kesendirian di antara hiruk pikuk.

Kepergian pun perlu penantian dan menunggu. Begitupun kedatangan. Ada proses menanti dan menunggu. Sekilas terlintas dibenak. Apa maksudnya?

Mungkin besok, ketika saya sampai ke Jogja. Tempat dimana kau selalu berujar, "beta seng susah disana", saya akan mengerti apa maksud menanti dan menunggu ini. Walaupun saya harus kembali bertemu wajah-wajah yang sering saya temui di kota asal. Mimik-mimik menilik, menonton dan mencibir. Dan pasti akan ada pertanyaan, "Nielma bikin apa di Jogja?" Seperti biasa, mulai menilai hidup saya lagi.

Hidup saya seperti film saja, ditonton dan dikritik. Apa daya? Setidaknya masih punya 8jam atau lebih waktu sendiri bersama panjangnya rel kereta api yang membawa saya ke kota dimana kau selalu ingin kembali untuk menemuinya. Bukan untuk menemui orang yang menjadi tempatmu singgah.

Saya hanya bisa fakum sebentar dari presepsi yang selalu terlintas di kepala saya bagai iklan shampoo di tivi. Saya hanya ingin menikmati 8jam lebih waktu saya sendiri di dalam gerbong kereta api, tanpa takut ada yang di-judge!

Stasiun Kereta Api Senen
Jakarta, 19 Nov 2015

Monday, 21 December 2015

Kaka Azraff - Bukan Hal Aku (feat. Sleeq) [Official Video]




Ingat, ku berani bersendiri
Ingat, sebelum ni ku gembira
Ingat, ku telah beri yang terbaik
Kalau itu bukan terbaik

Biar ku jalan dulu
Puas ku tunggu puas ku tunggu
Biar ku jalan dulu
Lu lambat macam mana
Itu bukan hal aku bukan hal aku itu bukan hal aku

Biar ku jalan dulu
Puas aku tunggu puas aku tunggu
Lu lambat macam mana
Itu bukan hal aku bukan hal aku

Ingat, masa engkau yang susah

Ingat, masa engkau yang susah
Ingat, ku tak setuju buta-buta
Ingat, ku telah beri yang terbaik

Kalau itu juga bukan terbaik
Biar ku jalan dulu
Puas ku tunggu puas ku tunggu
Biar ku jalan dulu
Lu lambat macam mana

Itu bukan hal aku bukan hal aku itu bukan hal aku
Biar ku jalan dulu
Puas aku tunggu puas aku tunggu
Lu lambat macam mana
Itu bukan hal aku bukan hal aku

Setuju ke tak setuju tak kisah
Kerja keras akhirnya bebas gempak

Hidup ini terlalu pendek
Jadi walaupun air kolam cetek
Tetap semua basah
Lari lari lari macam aaron dalam movie
Macam gods must be crazy
Macam macam boleh jadi

Gua lu, lu gua
Hutan tebal, warna hijau
Kaca mata lawan silau M. Daud Kilau
Biar ku jalan dulu
Lu lambat macam mana
Biar ku jalan dulu
Puas aku tunggu puas aku tunggu
Biar ku jalan dulu
Lu lambat macam mana
Itu bukan hal aku bukan hal aku
Itu bukan hal aku
Biar ku jalan dulu
Puas aku tunggu puas aku tunggu
Lu lambat macam mana
Itu bukan hal aku bukan hal aku

Teruskan perjalanan mu
Tiada yang bisa melarang mu
Puas kau tunggu tapi puas diri ku tanpa mu
Biar ku jalan dulu
Puas aku tunggu puas aku tunggu
Biqr ku jalan dulu
Lu lambat macam mana
Itu bukan hal aku bukan hal aku
Itu bukan hal aku

Thursday, 10 December 2015

ALUNAN KEMATIAN

Suara ketukan itu mengusik ketenangan.
Kupikir itu kamu, ternyata teguran kematian.

Suara nafas itu menghadirkan kenangan.
Kupikir itu rindu, ternyata panggilan kematian.

Suara-suara itu memaksa ku untuk mengusir kebahagiaan.
Dentingan lonceng terdengar seperti ancaman.
Keresahan semakin menjadi, seakan tak kenal ampun.
Jiwa ini terlanjur terpaut ada kenestapaan.
Memilih haru; raga ini jauh terjerumus kesesatan.

Jalan yang ditempuh menghadirkan ragu,
Kemana harus ku melangkah?
Apa di sana tempat ku berlari menjauh?
Benarkah lokasi ini aman untuk bersembunyi?

Kematian semakin terasa menjamah tubuh.
Malaikat maut duduk manis menunggu sambil bertanya, "Sudahkah kau siap ikut denganku?"
"Tidak." Terlontar cepat dari bibir ini.
"Aku belum siap bahkan tidak siap untuk ikut denganmu", lanjutku.
Tanpa berucap kata atau tanya, malaikat maut hanya menatap tajam sambil tersenyum sinis.
Dan aku pun penuh paksa bergegas kabur, sekencang-kencangnya ku berlari entah menuju kemana.
Sejelas-jelasnya aku teriak tapi tak ada satu pun yang mendengar.
Sampai aku sadar aku terjebak dalam belantara sukmaku sendiri yang penuh dengan gersang ladang keduniawian.

Tuntun aku, bantu aku, sadarkan aku.
Aku butuh siapa saja yang bisa membawa ku pergi dari kegelisahan dan kemunafikan yang menjebak jiwa.
Sampai aku kembali pada jalan Tuhan yang penuh dengan kebenaran.
Siapapun itu!?
Walau ku tahu hanya diri ini lah yang mampu menuntun keluar dari terjangan kematian yang mengancam.
Tapi munafiknya, aku butuh sosok itu.
Dan aku masih inginkan surga yang kekal.

Ambon, 11 Desember 2015

Thursday, 3 December 2015

Teruntuk, Para Pemimpin Bangsa(t)

Wahai para pemimpin bangsa,
Kami percayakan pada kalian asa,
Tapi kenapa kini kalian buat bangsa ini sengsara!?

Nurani kalian telah rusak,
Buat kami hancur berserak.
Namun, kami akan terus bergerak
Untuk buktikan kami bukanlah budak.

Kami tahu kalian punya hak.
Tapi, bukan untuk jadikan kami budak.
Kalian tahu kami pun punya hak.
Tapi, kenapa kalian merusak?

Dengar!
Bangsa yang makmur
Tak perlu pesawat tempur,
Hanya perlu pemimpin yang jujur

Bangsa yang kaya
Tak butuh mobil bergaya,
Hanya butuh pejabat yang serya.

Lihat!
Kami tersungkur,
Di bangsa yang subur.
'Ekspatriat' malah semakin makmur.

Kami merana,
Di bumi pertiwi yang penuh pesona.
Namun kalian tetap tak jawab tanya?

Kemana nurani kalian?
Siapa yang menyembunyikannya?
Apa yang buat hati kalian terkunci?
Mungkinkan asa kalian?

Awalnya janji manis tapi berujung pahit.
Mulanya berlaku bak malaikat tapi setelahnya bertindak layak iblis.
Itulah ciri khas kalian;
Wahai, para pemimpin bangsa(t)!

Ambon, 4 Desember 2015
Menjelang 9 Des'15

Tuesday, 1 December 2015

Papa, Putrimu Sedang Jatuh Cinta Sejatuh-Jatuhnya

Papa, hari ini akan kutuliskan sebuah puisi sebagai salah satu bukti bahwa aku sanggup memenuhi janji.
Janji bahwa kau akan bangga melihatku mewarisi ketangguhan yang kau miliki.

Papa, kujanjikan. Aku sanggup untuk kau andalkan.

Papa, aku menyadari bahwa ada nyeri yang lebih nyeri dari nyeri patah jati.
Aku tak hendak memberi bukti bahwa aku sanggup menjadi perempuan penantang patah hati.

Namun papa,
Aku ingin memberi bukti bahwa saat putrimu ada dititik terendah.
Bahwa saat roda putrimu berputar kebawah meski hanya sendiri saja, ia sanggup untuk melangkah.

Aku ingin membwri bukti bahwa saat duniaku dihujani kepedihan, aku sanggup untuk bertahan dengan atau tanpa pembelaan.
Percayalah papa, putrimu sungguh pantang menyerah.

Papa,
Aku pernah mencintai seorang lelaki.
Aku tak pernah mengira bahwa pada akhirnya aku akan tersakiti.
Rasanya sungguh sesak sekali, aku menangis tanpa henti.

Dia datang bagai malaikat.
Aku berharap suatu saat dia takkan pergi secepat kilat.
Pada hari itu dia berkata, "bukan cinta yang salah. Hanya kita yang terlambat mengenal."

Papa, dia datang sungguh diwaktu yang tepat.
Tepat disaat aku sendirian dan dia membuatku nyaman dan aman.
Dia berkata, 'ingin menemani untuk merapihkan duniaku yang berantakan'
Namun kau tahu papa; kepergiannya nanti akan membuat duniaku menjadi duakali lipat tak beraturan.

Papa tahukah kau;

Putrimu sedang jatuh cinta sejatuh-jatuhnya.
Logikanya dibuat buta oleh cinta.
Ia tak mampu melihat fakta yang ada didepan mata.
Hingga akhinya ia terjatuh begitu jauh.

Logikanya dibuat buta oleh cinta.
Ia tak mampu melihat arah.
Hingga sering sekali ia salah melangkah.

Namun papa, kau tak perlu gundah.
Meski berkali-kali aku terjatuh, hidupku takkan rapuh.

Meski aku harus menanggung beban atas langkahku yang salah.
Aku takkan menyerah untuk mmperbaiki langkah.
Papa, aku percaya Tuhan selalu bersama hambanya yang berupaya dengan segala juang dan usaha.

Papa, sungguh kau benar-benar tak perlu lagi gundah.
Kini aku tahu; untuk tahu apa tujuan hidupku.
Aku harus lebih dulu tahu untuk siapa aku hidup.
Papa, tenanglah! Mungkin sekarang putrimu sedang kehilangan arah.

Papa,
Putrimu pernah jatuh cinta sejatuh-jatuhnya.
Hatinya dibuat pilu oleh cinta hingga ia tak sanggup lagi bernafas lega.
Sesaknya membuat ia menjadi tak berdaya.
Ia kehilangan selera melakukan segala.
Ia sudah lupa dengan mimpi-mimpinya.

Namun papa, kau tak perlu gundah.
Tak peduli sebagaimanapun sesaknya dada.
Tak peduli sebagaimanapun langkahku yang dibuat tertatih.
Bila harus berjalan aku takkan diam.
Bila harus berlari aku takkan berhenti.

Sungguh papa, kau benar-benar tak perlu gundah.
Kini aku tahu; aku melakukan segala yang terbaik tidak untuk diriku sendiri.
Serupa dengan mama yang begitu pandai mengimbangimu.
Serupa dengan mama yang begitu pandai menjadi ilmuwan terbaikku.
Papa aku ingin menjadi pasangan hidup yang seperti mama.
Papa aku ingin menjadi mama yang seperti mama.

Tenanglah papa,
Kini sebagaimanapun bebanku yang berat, putrimu mungkin akan kehilangan semangat.
Tetapi itu takkan berlangsung lama.

Papa
Putrimu pernah jatuh cinta sejatuh-jatuhnya.
Dihantam luka yang bertubi-tubi pleh cinta.
Hingga lukaku menganga, sakitnya sungguh memenuhi kepala.
Aku merasa akan mati saja.

Namun papa, kau tak perlu gundah.
Aku sanggup menghadapinya.
Luka yang bertubi-tubi takkan sanggup membeli ketangguhan yang kau warisi.
Bila bukan karena kehendak-Nya, luka yang menganga takkan sanggup membeli nyawa.

Papa,
Putrimu pernah jatuh cinta sejatuh-jatuhnya.
Jiwanya dibuat tersiksa oleh cinta.
Saat cinta tak lagi ingin tinggal lebih lama.
Duniaku menjadi kelabu, tak lagi memiliki warna.

Namun papa, kau tak perlu gundah.
Aku mulai menemukan celah
Aku takkan pernah kehilangan kepercayaan.
Bahwa saat kupilih Tuhan sebagai tempat untukku berteduh.
Takkan ada yang sanggup membuat hidupku lumpuh.

Papa,
Putrimu pernah jatuh cinta sejatuh-jatuhnya.
Namun lihatlah papa, aku berhasil menyembunyikan semuanya.
Tak ada yang tahu bahwa aku diam-diam menahan luka meski saat sendiri terkadang aku kehilangan kendali.

Papa, putrimu pernah jatuh cinta sejatuh-jatuhnya.
Namun lihatlah papa, meski hanya sendiri saja aku mencoba agar sanggup menghadapinya.
Lalu mencoba memperbaiki semua seperti sediakala.

Papa, kumohon agar kau jangan lagi gundah.
Agar kau jangan lagi mengkhawatirkan aku dengan terlalu, karena Tuhan selalu ada bersama putrimu.
Percayalah papa, Tuhan akan menjaganya untukmu.

Ambon, 1 Desember 2015

Thursday, 26 November 2015

R . A . G . U

Haruskah selamanya aku menunggumu, sedang kau tahu di mana kau bisa menjemputku? Haruskah aku selalu menyukai keraguanmu, sedang kau tahu begitu tulus aku menerimamu?

Aku tahu cinta selalu hadir bersama kehati-hatian, kekhawatiran, dan keragu-raguan. Tetapi, akankah benar ini cinta jika kau tak berani merubah itu semua menjadi rasa percaya?

Aku ada, kau tahu untukmu aku selalu ada. Namun haruskah ku percaya kau cinta, sedang aku begitu merasa kau masih menyimpan ragu atasku di dalam kepala?

Beri tahu aku. Jika memang bukan aku yang kau inginkan ada di masa depanmu.

Semoga kau selalu ingat. Cinta memang tidak pernah memaksa apapun juga. Tetapi terkadang, cinta membutuhkan keberanian untuk membuktikan segala ucap.

Jangan kecewakan Tuhan, kumohon. Tuhan sudah begitu baiknya memberi kesempatan. Jangan sia-siakan. Jangan lagi kenalkan cinta pada pahitnya sebuah penyesalan.

Aku mencintaimu dengan setulus hatiku. Aku menyayangimu dengan doa-doaku. Aku menunggumu dengan seluruh waktu. Pada bagian manakah, yang atasku masih kau ragukan?

Tuesday, 17 November 2015

Sudut Pemikiran: nyaman

Dekat dengan lawan jenis tidak selamanya harus menjadi pasangan bukan? Rasa sayang berlebih muncul kepada seseorang yang saya anggap sahabat itu mungkin saja bukan? Dengannya saya bisa menjadi lebih hidup. Dengannya entah kenapa ada magnet yang tercipta untuk sekedar bercengkrama tanpa henti, untuk sekedar bermanja-manja, untuk menjadi sebenar-benarnya diri saya sendiri.

Karena dengannya kita sadar kita tidak perlu sebuah topeng untuk menutupi apa yang ada di diri kita. Dengannya, kita menjadi jauh lebih bermanfaat untuk hidup. Karena kita tahu kita membutuhkan dia, pun begitu dengan dia yang membutuhkan kita. Entah hanya sekedar sebagai teman duduk minum kopi misalnya.

Nanti, akan tiba satu titik dimana kamu akan benar-benar merasa nyaman kepada seseorang, namun kamu tak ingin untuk memilikinya. Aneh? Memang!

Jadi begini, nyaman itu tercipta ketika adanya komunikasi. Bukan begitu? Terlebih ketika komunikasi berjalan sangat baik antara dua belah pihak. Hingga akhirnya terciptalah percakapan tanpa henti bahkan mungkin menciptakan bentuk-bentuk perhatian yang pada akhirnya membuatmu merasa nyaman. Moment dimana hal ter-engga penting sekalipun dibahas, bahkan bisa berkembang jadi satu topik bahasan panjang. Dimana akan ada rasa engga nyaman untuk menolak ketika dia sedang membutuhkan bantuan. Atau bisa juga rasanya kurang lengkap melewati hari tanpa mendengar kabar, suara, atau kisah darinya. Pernah mengalaminya?

Nyaman sudah tercipta memang, namun ada batasan yang juga sedang dibangun secara tidak sadar. Batasan yang membuat kita akhirnya merasa khawatir. Mengkhawatirkan sesuatu hal dengan beragam kemungkinan. Batasan yang akhirnya mempengaruhi keputusan kita untuk tetap berada pada nyaman yang tidak lebih dari seorang teman.

Karena pada dasarnya rasa nyaman itu lebih menyakitkan dari rasa cinta.

Favorite Spoken of Purpose

I don't know if this is wrong because someone else is telling me that it's wrong but I feel this so let me just like, try my best not to let this happen again. We weren't necessarily put in the best position to make the best decisions.

You can't be hard on yourself for these were the cards that you were given so you have to understand that these, like... that's not who you are. You're trying to be the best you can be but that's all you can do. If you don't give it all you got, you're only cheating yourself. Give it all you got, but if it ends up happening, it ends up happening.

That's what it's....that's what's happening with me. It's like God I'm giving it all I got, sometimes I'm weak and I'm gonna do it, and it's like I'm not giving myself grace, I'm just like understanding, that's just how it is.

Menunggu

Di saat menunggu sudah menjadi hal yang membosankan, aku senang bermain-main dengannya. Banyak yang bisa kulakukan dengan menunggu, menikmati kesibukanku, menghabiskan waktu dengan teman-teman komunitas, termasuk menikmati saat-saat sendiri.

Di saat menunggu sudah menjadi hal yang membuat orang tidak sabar, aku akan tetap sabar. Aku tidak akan mengumbar lagi perasaan kemana-mana, tidak akan menjualnya dengan murah kepada siapapun, apalagi menggonta-ganti seenaknya begitu cepat. Diri ini tidak boleh semurah itu. Agar kamupun tidak khawatir dengan keadaanku.

Di saat menunggu sudah menjadi hal yang paling mengecewakan, aku senang melakukannya. Karena hal yang aku tunggu, tentunya hal yang pasti, berharga, dan penuh kejutan didalamnya, apalagi terselip restu-Nya. Karena dalam hidup ini, aku belajar. Antara hang harus ditunggu dan dilepas. Lagipula aku juga tidak ingin menunggu yang tidak pasti, yang membuat batin lelah menerka, yang tidak berani berkomitmen, hanya mengumbar kata-kata manis. Dan jika kecewa perasaannya tumpah dimana-mana yang solusi pun tidak dapat.

Ternyata hidup ini sepenuhnya tidak buruk jika kita mau bersabar menunggu. Jangan menghabiskan separuh hidupmh hanya untuk menunggu hal yang belum pasti adanya.

Mari kita jaga baik-baik rasa saling percaya ini, agar salah satu dari kita tidak perlu khawatir. Sebab barangkali menunggu ini adalah cara Tuhan untuk melihat kesabaran kita sebelum kita bertemu nanti.

Aku akan tetap menunggu. Karena aku percaya. Karena aku percaya, dalam hidup ini tidak akan pernah ada yang sia-sia jika kita melakukannya karena Tuhan. Termasuk menunggu, bukan? Karena aku yakin kamu juga percaya.

Dan tidak perlu khawatir juga, aku menunggumu.

Saturday, 7 November 2015

Harapan

Tuhan, ku tahu kau mendengar doaku. Doa yang ku panjatkan setiap waktu. Waktu yang terus berjalan, hingga membawaku kepada satu titik harapan. Harapan itu terasa manis, melambai di kejauhan, serta senyum lembut menyapaku.

Hariku indah dengan telapak tangan yang menengadah. Berjuang untuk kehidupan yang berkah. Berpikir mendapatkan keadilan dari perjalanan kaki ini. Terjun bersama sang mentari. Tak terasa, di ufuk timur matahari sembunyi. Dan kuusap keringat yang menetes di pipi.

Ku kembali bercerita dengan sang rembulan yang sedikit menampakkan sinarnya. Seakan malu mendengarkan ceritaku yang hanya berujung pilu. Ia pun tertawa lepas bersama gumpalan medung di sekelilingklnya. Tapi tak mengapa, aku tetap bercerita.

Aku akan tetap pada harapanku. Berdiri melawan lelah hati. Hanya Tuhan yang masih setia menemani. Di mana dan akan kemana aku pergi, Dia tahu apa yang aku minta.

Harapan itu akan selalu ada...

Ambon, Eleven Eight Twenty Fifteen

Friday, 30 October 2015

Nostlagia Persimpangan Jalan

Tepat dipersimpangan jalan itu
Aku menemukanmu
Bersama hembus udara
Yang luruh menyentuh kulitmu

Tepat di persimpangan jalan itu
Pandangmu tak lupa untuk bertamu
Bersama untaian debu
Yang terhempaskan oleh jejak kakimu

Tepat dipersimpangan jalan itu
Tegarmu menyelimuti sekujur dirimu
Bersama sejuknya pagi
Yang mengisi palung jiwamu

Hari ini ku bawa diri kembali megukir kenangan dulu
Ku putar kembali kisah yang telah berlalu
Mengais rindu yang menumpuk dalam rongga dadaku
Yang enggan pergi meski berkali-kali telah disapu

Tepat di persimpangan jalan itu
Tak ku rasakan hal yang sama seperti dulu
Bersama hadirnya aroma tubuhmu
Yang tak didampingi nampaknya ragamu

Tepat di persimpangan jalan itu
Aku berpijak dengan wajah sendu bersama nostalgia syahdu
Yang perlahan menikam memori masa lalu

Kini aku segera melewatkanmu
Tepat di hari dulu kita bertemu
Memadu tatap yang menjadi candu

Sebab tepat di persimpangan jalan itu

Aku kehilanganmu

Ambon, 31 Oktober 2015

Tuesday, 27 October 2015

Teruntuk Lelaki Yang Menyakiti

Perempuan ialah makhluk lemah yang kuat. Saat kau khianati, hatinya akan menjadi sakit sekali.
Tak apa, tak perlu kau kasihani
Ia sanggup menyembuhkan dirinya sendiri.

Namun ingatlah ini;
Saat kau putuskan untuk menyakitinya kau juga menyakiti ayahnya.
Rodamu tak pernah berhenti berputar, benih yang kau tanam suatu hari pasti akan kau petik.
Sanggupkah kau bila nanti harus menanggung beban sebagai ayah yang anak perempuannya dikhianati oleh pasangannya?

Perempuan ialah makhluk lemah yang kuat.
Saat ia dapati bahwa diam-diam kau telah menjadikannya sebagai perempuan simpanan, tentu rasanya sangat menyesakkan.
Tak apa, ia akan mengikhlaskan untuk lepas dari kau, ia sanggup bertahan sendirian.

Namun ingatlah ini;
Saat kau putuskan untuk diam-diam menjadikannya perempuan simpanan kau juga menyakiti ayahnya.
Rodamu tak pernah berhenti berputar, benih yang kau tanam suatu hari pasti akan kau petik.
Sanggupkah kau bila nanti harus menanggung beban sebagai ayah yang anak perempuannya tak lebih dari sekedar perempuan cadangan?

Perempuan ialah makhluk lemah yang kuat.
Saat kau sengaja melukainya dengan terus menerus mengulang kesalahan yang sama, tak peduli perihal perasaannya. Tentu ia akan merasakan sesak luar biasa.
Tak apa, ia sanggup berlapangdada lalu memaafkanmu dengan sukarela.

Namun ingatlah ini;
Itu juga berarti kau menyakiti hati ayahnya.
Rodamu tak pernah berhenti berputar, benih yang kau tanam suatu hari pasti akan kau petik.
Sanggupkah kau bila nanti harus menanggung beban sebagai ayah yang anak perempuannya tak pernah dihargai oleh pasangannya?

Benih yang kau tanam suatu hari nanti pasti akan kau petik.
Sanggupkah kau menanggung beban saat Tuhan menempatkanmu sebagai ayah yang demikian?
Bila tidak; kau tentu tahu apa yang harusnya tak kau lakukan.

Wedding Kapier & Kamey 💕
Gedung Serbaguna Xaverius, 29 Oktober 2015

Bintang Yang Tersesat

Tolong, jangan melihat gadis yang terperangkap dalam mimpi dan fantasi
Tolong, lihat aku sebagai pribadi yang mengejar seseorang yang tak terlihat
Genggam tanganku, mari lihat kemana kita akan bangun esok hari
Rencana nyanyian yang indah; mungkin seperti pukul lari
Aku terkutuk; malaikat cinta meminta kembali anak panahnya

Siapa kita? Hanya setitik debu yang bernoda mengelilingi angkasa raya
'Aku yang sengsara' jika tak berhati-hati dengan kenyataan
Jangan coba kau berani menjadikan kenangan indah sebagai pisau duka
Karena kemarin ku lihat singa mencium rusa
Dan cobalah ke halaman berikutnya; mungkin dapat kita temukan akhir baru yang berbeda
Dimana aku menari di atas tangisanku

Aku pikir, aku melihatmu menangis disana...
Aku pikir, aku mendengarmu memanggil namaku...
Aku pikir, aku mendengarmu menangis disana...
Tetapi tak ada yang berubah... Katamu...

Dan Tuhan, katakan pada kami alasan mengapa anak muda menghancurkan masa mudanya
Seperti musim berburu dan domba ini sedang melarikan diri
Mencari arti
Tetapi apakah kita adalah bintang yang tersesat mencoba menerangi gelapnya malam?

Apakah kita adalah bintang yang tersesat menerangi malam?

Ambon, 28 Oktober 2015

I Don't Understand What I'm Saying

I lay in my bed a few minutes later, resigned as the pain finally made its appearance. It was a crippling thing, this sensation that a huge hole had been pushed through my chest, excising my most vital organs and leaving ragged, unhealed gashes around the edges that continued to throb and bleed despite the passage of time. Rationally, I knew my lungs must still be intact, yet I gasped for air and my head spun like my efforts yielded me nothing. My heart must have been beating, too, but I couldn't hear the sound of my pulse in my ears; my hands felt blue with cold. I curled inward, hugging my ribs to hold myself together. I scrambled for my numbness, my denial, but it evaded me.
And yet, I found I could survive. I was alert, I felt the pain--the aching loss that radiated out from my chest, sending wracking waves of hurt through my limbs and head--but it was managable. I could live through it. It didn't feel like the pain had weakened over time, rather that I'd grown strong enough to bear it.

Passo, Oct 27th 2015

Monday, 26 October 2015

That Girl

One day you're gonna want her.
The girl that knew she wasn't perfect, but tried to be for you.
The girl who wanted nothing more than to be there for you, and loving you was the only way she could.
The girl who sees your flaws, but values them as much as your strengths.
That girl who still can't bring herself to hate you, even though you probably deserve it.
The girl that should have you, but doesnt.

When that girl is gone, remember you once loved her.
You once needed her.
You once cared about her more than anything in the world.
You can't deny she was ever there.
You can't deny what you had.
You can't deny that it ended over absolutely nothing.
You can't deny that, regardless.
You still think about it, no other girl could love you the way she did, she does. One day, you'll realize what you've done. You'll come back and she'll be gone.

And that girl was me...

Sunday, 25 October 2015

Ada Apa Dengan Dia?

Tak dapat saya ceritakan padamu apa yang dia rasakan, apa yang dia rasakan setiap hari dan saya tak dapat membantunya. Saya hanya terpaku melihatnya melakukan kesalahan yang sama berulang kali.

Apa yang salah? Terlalu banyak masalah dan dia tak menemukan tempat dimana dia diinginkan

Buka matamu dan lihatlah lebih dalam, temukan penyebabnya. Ketika kau tertolak, dan kau tak menemukan apa yang telah kau abaikan.

Perasaannya, dia sembunyikan. Mimpi-mimpinya tak dapat dia temukan. Dia sudah kehilangan akal sehat. Dia terjatuh berulang-ulang kali. Dia kehilangan pegangan. Dia kehilangan damai. Dia hancur berkeping-keping.

Dia bertahan, mencoba bertahan sekarang! Terlalu banyak masalah. Dia ingin pulang, tapi tak seorangpun dirumah. Itulah alasannya dia berbohong, karena luka dalam. Dan karena tak ada tempat untuk dituju untuk mengeringkan airmatanya, karena luka dalam.

Saturday, 24 October 2015

Justin Bieber - Sorry


You gotta go and get angry at all of my honesty
You know I try but I don't do too well with apologies
I hope I don't run out of time, can someone call a referee?
Cause I just need one more shot at forgiveness
I know you know that I made those mistakes maybe once or twice
By once or twice I mean maybe a couple of hundred times
So let me, oh let me redeem, oh redeem myself tonight
Cause I just need one more shot at second chances

Is it too late now to say sorry?
Cause I'm missing more than just your body
Is it too late now to say sorry?
Yeah I know that I let you down
Is it too late to say that I'm sorry now?

I'm sorry, yeah
Sorry, yeah
Sorry
Yeah I know that I let you down
Is it too late to say sorry now?

I'll take every single piece of the blame if you want me to
But you know that there is no innocent one in this game for two
I'll go, I'll go and then you go, you go out and spill the truth
Can we both say the words and forget this?

Is it too late now to say sorry?
Cause I'm missing more than just your body
Is it too late now to say sorry?
Yeah I know that I let you down
Is it too late to say that I'm sorry now?

I'm not just trying to get you back on me
Cause I'm missing more than just your body
Is it too late now to say sorry?
Yeah I know that I let you down
Is it too late to say sorry now?

I'm sorry, yeah
Sorry, oh
Sorry
Yeah I know that I let you down
Is it too late to say sorry now?
I'm sorry, yeah
Sorry, oh
Sorry
Yeah I know that I let you down
Is it too late to say sorry now?

Friday, 16 October 2015

Kita mengingat seseorang dari lagu

Saya adalah tipe yang akan menghafal: suasana, percakapan, baju dan sepatu yang dipakai, raut muka, binar pada mata, bau parfum, sampai kepada lagu. Lagu kita berdua, lagu saya untuknya, atau lagu dia untuk saya.

Jadi kalau ditanya apa sih pekerjaan paling sulit yang pernah saya lakukan sepanjang karir saya itu adalah: mencintai. Belum lagi dengan urusan "cinta yang bertepuk sebelah tangan." Bukankah ini urusan brengsek yang biasanya akan kamu temukan dalam pekerjaanmu: mencintai.

Tapi mari kembali kepada lagu. Beberapa waktu belakangan ini, saya dibawa untuk mengingat lagu yang kemudian akan mengingatkan kepada orang yang sedang saya cintai. Tentu saja ini adalah cinta ketika dewasa. Cinta dewasa: cinta karena keputusan hati sendiri.

First met and getting know each other (March 14, 2015)
Adam Levine - Lost Star
Kiera Knightly - Lost Star
Keira Knightly - Tell Me if You Wanna Go Home
Keira Knightly - Like A Fool
Justin Bieber ft. Cody Simpson - Home to Mama
Carly Rae Japsen - I Really Like You
Jason Mraz - Love Someone
Jason Mraz - Hey Beautiful Thing
Zedd ft. Selena Gomez - I Want You To Know
Jason Mraz - Long Drive
Ellie Goulding - Love Me Like You Do
Sia ft. The Weeknd - Elastic Heart
Avril Lavigne ft. Chad Kroeger - Let Me Go
Edwin McCain - I'll Be
Tulus - Sepatu
Tulus - Jangan Cintai Aku Apa Adanya
Tulus - Mengagumimu Dari Jauh
Tulus - Teman Hidup
Tulus - Gajah
Iggy Azalea ft. Jennifer Hudson - Trouble

Infinity (May 15th, 2015)
Flo Rida - Once in a Lifetime
Rihanna ft. Kanye West & Paul McCartney - Four Five Second
G.R.L - Lighthouse
G.R.L - Ugly Heart
Selena Gomez - Good For You
Kelly Clarkson ft. John Legend - Run Run Run
Ben Howard - Promise
Ben Howard - Only Love
Sia - Fire Meet Gasoline
Sia - Salted Wound
Ciara - I Got Your Back
GAC - Bahagia
Ian Thomas - Cheers
Jessie J - Flashlight
WJessie J - Masterpiece

Seperated (July 20th, 2015)
Skylar Grey - I Will Return
Willamette Stone - Heart Like Yours
Omarion ft. Chris Brown & Jhene Aiko - Post To Be
Willamette Stone - Today
Chris Brown - Without You
Calvin Harris ft. Tina She - 5AM
Michael Pelupessy - Melukis Bayangmu
Selena Gomez - The Heart Wants What It Wants

Let Go of Infinity (July 23rd, 2015)
Willamette Stone - I Never Wanted To Go
The Script - Man On Wire
Nicki Minaj ft. Skylar Grey - Bed of Lies
Ariana Grande - One Last Time
Calvin Harris ft. Ellie Goulding - Outside
Wiz Khalifah ft. Charlie Puth - See You Again
Ciara - I Bet

Fallin Love all over again (August 4th, 2015)
Timflies ft. Katie Sky - Monster (Acoustic)
Timeflies ft. Natalie Rose - Worse Thing Than Love
Timeflies - All The Way
Timeflies - I Choose You (Acoustic)
Trevie McCoy ft. Sia - Golden
Timeflies - Ride (Acoustic)
Timeflies - All You Need is Love
Timeflies - I'm Not The Only One
Skrillex & Diplo ft. Justin Bieber -Where Are Û Now?
Justin Bieber - What Do You Mean?
Justin Bieber - As Long As You Love Me
Tangga - Tak Kemana-Mana
Dekat - Lahir Kembali
Dekat - Mana Dusta, Mana Nyata
Taylor Swift - Wildest Dream
Charlie Puth ft. Meghan Trainor - Marvin Gaye
Charlie Puth - One Call Away
Jojo - Baby It's You
Natalie La Rose ft. Fetty Wap - Around The World
Natalie La Rose ft. Jeremiah - Somebody
Pia Mia ft. Chris Brown & Tyga - Do It Again
R. City ft. Adam Levine - Locked Away

Season 2 seperated (October 14th, 2015)
Naught Boy ft. Beyonce & Arrow Benjamin - Runnin' (Lose it All)
Selena Gomez - Same Old Love
Ellie Goulding - On My Mind
Foxes - Better Love
Hailee Steinfeld - Love Myself
Hailee Steinfeld - Let it Go (Acoustic Cover, original song by James Bay)
Jason Derulo - Watcha Say
Jojo - Too Little Too Late
Jojo - Disaster
Jojo - Let It Rains
Jojo - Leave (Get Out)
Jordin Sparks - One Step At The Time
Michelle Branch - Are you Happy Now?
Michelle Branch - All You Wanted
Michelle Branch - Everywhere
Alterbridge - In Loving Memory
Alterbridge - Watch Over You

You're suppose to SEPERATE with someone because you're not in love with them, NOT because your completely in love with them...

Thursday, 15 October 2015

Sweet Sacrifice

Saya berpegang pada Iman saya belakangan ini. Pengorbanan mungkin terlalu berat untuk beberapa orang, tetapi jika menyerahkan sesuatu yang paling dikasihi untuk menyelamatkannya dari murka-Mu Tuhan, saya rela.

1 Raja-Raja 3:16-28, dengan Judul "Hikmat Salomo pada waktu memberi keputusan"

Saya terlalu percaya dan beriman bahwa Allah Bapa disurga yang Kasih-Nya melebihi segala cinta di dunia, Abba mempunyai hikmat yang jauh melampaui hikmat Salomo.

Manusia bisa melakukan hal yang tak terbayangkan demi menguntungkan diri mereka sendiri. Manusia terkadang melakukan hal-hal untuk memuaskan keegoisan dan kebutuhan diri sendiri. Dalam proses itu kita mendatangkan rasa sakit pada orang lain. Kita akan tetap melakukannya sekalipun tindakan itu menyakitkan dan merugikan orang lain.

Saya diperhadapkan dengan kondisi dimana saya harus menempatkan diri seperti salah satu dari perempuan sundal yang ada didalam cerita tersebut. Saya harus memperebutkan orang yang saya kasihi dengan perempuan lain. Hikmat Salomo yang datangnya dari Allah maka dengan keyakinan yang begitu besar kepada Allah yang saya sembah, Bapa berhikmat jauh dari apa yang Salomo tunjukkan.

Saat saya merasa orang yang saya kasihi selalu bimbang dan tertekan bagaimana dia membagi dirinya dengan perempuan itu, disitulah saya merasa saya harus berkorban. Saya memilih memberikannya kepada perempuan itu daripada orang yang saya kasihi harus membagi dirinya.

Pada ayatnya yang ke 26, "Maka kata perempuan yang empunya anak yang hidup itu kepada raja, sebab timbullah belas kasihannya terhadap anaknya itu, katanya: "Ya tuanku! Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia." Tetapi yang lain itu berkata: "Supaya jangan untukku ataupun untukmu, penggallah!"

Sebesar itulah rasa sayang, cinta dan kasih yang dapat saya tunjukkan. Mungkin benar, perempuan itu lebih membutuhkan dia daripada saya. Dan saya beriman bahwa Tuhan akan melapangkan hati saya merelakan sesuatu yang tidak dapat dipaksakan.

Kepada kau, perempuan yang kuserahkan orang yang paling saya kasihi, ingatlah hal ini:
Janganlah kau kecewakan dia (lagi), hatinya rapuh, dia hanya inginkan hadirmu. Janganlah kau membuatnya harus mengemis kasih sayang, karena saya mengenalnya lebih daripada kau mengenalnya. Kasihilah kekurangannya. Hargailah seluruh pengorbanannya. Sayangi dia melebihi apa yang dapat saya berikan. Cintai perasaannya padamu. Jadilah sahabat, saudara, bahkan posisikan dirimu seperti ibunya, yang dapat dia peluk saat dia membutuhkan perhatian. Jangan pernah bosan mendengar ceritanya, selami pikirannya. Karena hanya itu yang dia butuhkan. Hanya itu yang dia inginkan, hadirmu tanpa alpa.

Saya doakan yang terbaik. Berbahagialah bersama orang yang saya kasihi.

Ambon, 15 Oktober 2015

Wednesday, 14 October 2015

Evanescence - My Immortal

I'm so tired of being here
Suppressed by all my childish fears
And if you have to leave
I wish that you would just leave
'Cause your presence still lingers here
And it won't leave me alone

These wounds won't seem to heal
This pain is just too real
There's just too much that time cannot erase

[Chorus:]
When you cried I'd wipe away all of your tears
When you'd scream I'd fight away all of your fears
And I held your hand through all of these years
But you still have all of me

You used to captivate me by your resonating light
Now I'm bound by the life you left behind
Your face it haunts my once pleasant dreams
Your voice it chased away all the sanity in me

These wounds won't seem to heal
This pain is just too real
There's just too much that time cannot erase

[Chorus]

I've tried so hard to tell myself that you're gone
But though you're still with me
I've been alone all along

[Chorus]

... ah, me... ah, me... ah...

Avril Lavigne - Nobody's Home


Well I couldn't tell you why she felt that way,
She felt it everyday.
And I couldn't help her,
I just watched her make the same mistakes again.

What's wrong, what's wrong now?
Too many, too many problems.
Don't know where she belongs, where she belongs.
She wants to go home, but nobody's home.
It's where she lies, broken inside.
With no place to go, no place to go to dry her eyes.
Broken inside.

Open your eyes and look outside, find the reasons why.
You've been rejected, and now you can't find what you left behind.
Be strong, be strong now.
Too many, too many problems.
Don't know where she belongs, where she belongs.
She wants to go home, but nobody's home.
It's where she lies, broken inside.
With no place to go, no place to go to dry her eyes.
Broken inside.

Her feelings she hides.
Her dreams she can't find.
She's losing her mind.
She's fallen behind.
She can't find her place.
She's losing her faith.
She's fallen from grace.
She's all over the place.
Yeah,oh

She wants to go home, but nobody's home.
It's where she lies, broken inside.
With no place to go, no place to go to dry her eyes.
Broken inside.

She's lost inside, lost inside...oh oh yeah
She's lost inside, lost inside...oh oh yeah

Izinkan Aku Berduka

Ada yang menggenang di pelupuk mata
Tapi tak mampu untuk tercurah
Dia menggantung begitu saja
Hanya sanggup membuat berkaca-kaca

Mencoba bertahan dalam diam
Namun segala rasa sudah tak berdaya

Peduliku tak dianggap
Lelahku kian membuncah
Membuat sesak hingga seperti tak ada lagi yang berdetak

Inginku menoleh lalu kembali
Namun kerap kutemukan rintihan yang menghalangi

Aku kerap melangkah menapaki jalan
Meski mulai tertatih dan nafas tersengal karenanya
Tapi tidak untuk kali ini
Aku melambat, segalanya melemah

Semuanya mengabur perlahan, berganti dengan tetesan yang mulai hadir di manik mata
Pulang kurasa sudah menjadi yang terbaik
Maaf untuk segala salah yang sempat singgah
Untuk kali ini, izinkan aku berduka membersamai langkahku untuk pergi menjauh dari lingkaran bahagia yang pernah kita ciptakan.

Ambon, 14 Oktober 2015

Tuesday, 13 October 2015

Merelakan!

Cinta sekali terpampang di dinding
Bermakna sesuatu, sekarang tak berarti
Gema tak terdengar dari ruangan
Tetapi duka di bulan Juli selalu terngiang

Tak ada yang tersisa yang dapat diucapkan, sudah terlambatkah?

Ingin terbebas dari ingatan ini
Harus direlakan
Saat perpisahan terucap
Terbentuk api perpisahan
Harus merelakan

Kembali dan terhilang
Tempat itu tak berarti
Bagaikan lubang menganga tertinggal di hati
Seperti tak berarti apa-apa
Tak ada artinya
Walaupun berarti sesuatu

Merelakan dan tersungkur
Masa depan yang baru terpampang
Dan ketika tepat waktunya, sadarlah
Hingga kali itu, tak akan dilepaskan

Karena yang tersisa untuk diucapkan adalah "Cinta tak akan pernah terlambat!"

Sunday, 11 October 2015

Doa Perempuan Pendoamu

Tahukah kau? Ada yang tak bisa kau dengar
Kau ingin tahu apa?
Doaku; Doa perempuan pendoamu

Aku bukan malaikat
Yang selalu bersama dimanapun kau menjejak bahkan saat kau tersesat
Namun percayalah!
Saat ragamu tak mampu lagi kulihat
Seketika itu juga Tuhan mendengar perempuan pendoamu mendoa; Ia pinta agar kau tak kehilangan arah

Ku mohon kau jangan menyerah
Percayalah, Tuhan akan menunjukanmu arah

Aku bukan malaikat
Yang mampu melihat airmata yang sengaja kau sembunyikan dari semua
Namun percayalah
Tuhan selalu mendengar perempuan pendoamu mendoa
Ia pinta agar dukamu mengalir bersamaan saat kau meneteskan airmata

Ku mohon tersenyumlah setelah kau lelah menangis
Tuhan takkan mengabaikan hatimu yang teriris
Bukankah setelah gelap, terang akan datang?

Aku bukan malaikat
Yang selalu tahu saat kau sedang berpura-pura bahagia
Namun percayalah
Tuhan selalu mendengar perempuan pendoamu mendoa
Ia pinta agar kau menerima apa yang terjadi
Karena keikhlasan akan membawamu pada ketenangan
Lalu, Ia pinta pada Tuhan agar bahagiamu yang sesungguhnya disegerakan

Aku bukan malaikat
Yang selalu bersamamu setiap saat
Namun percayalah
Doa perempuan pendoamu tak kalah hangat dari raga yang medekap erat

Bila malaikat tak pernah terlewat untuk mencatat apa yang kau perbuat,
Maka, sebagai perempuan pendoamu; Aku akan selalu berupaa agar tak pernah terlewat untuk mendoa perihal dirimu.

Thursday, 8 October 2015

Menjaga Perasaanmu itu Tidak Mudah

Saya percaya hukum tabur tuai. Apa yang saya lakukan, akan berbalik pada saya suatu saat nanti.

Saya orangnya pencemburu, saya tidak mau terlalu sering merasa cemburu karenamu. Jadi, saya pun berusaha sebisa mungkin menjaga perasaanmu agar tidak cemburu.

Saya dibilang cuek, sombong, dan bla ...bla ....bla ....karena berusaha menjaga perasaanmu.

Kelak, kamu akan tahu, menjaga perasaanmu agar tidak cemburu itu tidak mudah.
Semisal kita bisa menanggapi perhatian-perhatian kecil dari lawan jenis lain (entah itu bercanda atau sungguhan) apa iya kamu nantinya bisa menilai demikian? Apakah kamu tidak cemburu?

Kelak, kalau kita sudah menjalin komitmen, kita akan paham. Perhatian-perhatian kecil dari orang luar (entah itu bercanda atau sungguhan) sangat riskan untukmu. Sangat mungkin menimbulkan salah sangka.

Bukankah lebih baik saya menghindari hal yang demikian? Menjaga agar kamu tidak menduga yang aneh-aneh.

Saya sangat paham, bahwa menegaskan prinsip terkadang bisa menyakitimu. Tapi saya lebih paham, orang yang baik pasti bisa menghargai prinsip orang lain.

Saya minta maaf jika cara yang saya lakukan itu membuatmu atau siapapun tidak enak/ sakit hati. Tapi masalah prinsip, saya tidak bisa tawar menawar. Saya hanya berusaha menjaga apa yang harus dan mesti saya jaga. Karena itu, saya juga berharap kamu pun demikian.

Paparisa, 8 Oktober 2015

Monday, 5 October 2015

Perihal Kau Harus Tahu

Lama kita tak bertatap muka
Aku ingin bercerita, perihal apa saja
Seperti yang sering kita lakukan
Namun kali ini aku ingin bercerita perihal rindu,

Tahukah kau?

Ada seorang yang bilang ia rindu kau, ia melakukan hal-hal yang lebih manis dari sajak-sajak romantis
Ia lakukan itu untukmu, hanya untukmu

Ada seorang yang bilang rindu kau,
Ia menulis begitu banyak cerita maupun banyak prosa indah
Tidak pernah ia lakukan pada orang lain, ia melakukannya hanya untukmu

Ada seorang yang bila ia rindu kau,
Akan berdoa lebih lama dari biasanya
Ia pinta pada Tuhan agar apa yang menjadi segala urusanmu dimudahkan
Ia pinta pada Tuhan agar segala upayamu untuk membuat ibu bahagia dimudahkan
Ia pinta pada Tuhan agar apa yang menjadi beban, kegelisahan, juga penderitaanmu dihilangkan

Ada seorang yang bila ia rindu kau,
Ia sengaja bangun disepertiga malam, tak memejam hingga pagi menjelang
Sepertiga malam terakhir waktu dimana Tuhan begitu dekat dengan hamba-Nya
Waktu dimana Tuhan janjikan akan terkabul segala doa

Maka,
Segera saja ia membuka paksa mata
Meski baru sesaat saja matanya memejam
Seringkali ia lupakan bahwa ia butuh tidur lebih lama

Lalu ia mendoa, mendoakanmu perihal apa saja
Kau ingin tahu? Mari kuberi tahu salah satu dari banyaknya doa yang ia pinta:
Ia pinta pada Tuhan agar apa yang menjadi impianmu diwujudkan

Ada seorang yang bilang rindu kau,
Ia pejamkan matanya
Ia dekap Alkitab-nya
Lalu berkali-kali ia ingat janji Tuhan
Bahwa tulang rusuk takkan pernah tertukar bukan?

Kau tahu? Setiap hari ia menjadi perindumu; perindumu kau tahu, perindu itu; Aku!

Ambon, 6 Oktober 2015

Saturday, 3 October 2015

Perasaan

Aku pernah menolak jatuh cinta ketika jelas sedang kalah oleh diri sendiri. Menyimpan perasaan itu rapat-rapat. Menulis segala penyangkalan dan ketidakmungkinan. Meyakinkan diri bahwa segala sesuatu tidak berjalan dengan benar. Tanpa mengatakan kepada siapa pun, aku mengubur kupu-kupu yang beterbangan di dalam perut.

Ternyata, perasaan yang tidak tuntas dapat bertahan lebih lama dari perkiraan. Senyum pada setiap pertemuan tetap saja menghilangkan rasa lelah. Canda yang terlontar tetap saja menghangatkan kehadiran. Abadi menjadi kenangan. Kemudian, sebuah ucapan menghancurkan pertahanan yang terus dibangun oleh logika.

Rasanya, sudah sekian lama sejak terakhir kali perasaan berbalas. Bahagia yang tak memiliki definisi ketika sebuah pertanyaan besar yang tak pernah berani dilontarkan tiba-tiba mendapat jawaban. Sekali lagi, aku kalah oleh perasaan.

Ternyata, buncahan perasaan bahagia yang melebihi ekspetasi mampu menghancurkan kedekatan dan kenyamanan. Ya, dua orang yang memiliki ketakutan dan kekhawatiran sama besar. Dua orang yang ingin mencoba berjalan beriringan, tetapi merasa tidak pernah siap untuk memulai langkah pertama. Akhirnya diam di tempat dengan prasangka masing-masing tanpa ada pembicaraan lanjutan.

Sesungguhnya, aku ingin percaya bahwa harapan itu masih ada. Semoga.

Villa Subeno, Gemba
Seram, 3 Oktober 2015

Thursday, 1 October 2015

Baik

Tidak peduli bagaimana orang memandangku. Tidak peduli sendirian atau banyak teman, aku tak pernah lupa untuk tetap menjadi orang baik.

Karena terkadang, dunia ini lucu karena begitu cepatnya segala sesuatu berubah. Dulu yang tidak kenal, hanya sekedar tahu, bahkan menganggapku tidak ada, tiba-tiba mengaku sebagai temanku suatu hari ketika aku berada di posisi terbaik. Dan dulu yang begitu dekat bisa menjadi tiba-tiba jauh dan seolah tidak mengenal.

Meski begitu, aku tetap berlaku baik pada orang-orang yang menolakku, karena bisa jadi suatu hari mereka berubah pikiran tentangku. Aku tetap berlaku santun pada orang-orang yang menghinaku karena bisa jadi suatu hari mereka adalah orang yang iri terhadapku.

JoJo - Leave (Get Out)



"Leave (Get Out)"


I've been waiting all day for ya babe

So won't cha come and sit and talk to me

And tell me how we're gonna be together always

Hope you know that when it's late at night

I Hold on to my pillow tight

And think of how you promised me forever

(I never thought that anyone)

Could make me feel this way

(Now that you're here boy all I want)

Is just a chance to say


[Chorus]

Get Out, (leave) right now,

It's the end of you and me

It's too late (now) and I can't wait for you to be gone

'Cause I know about her (who) and I wonder (why) how I bought all the lies

You said that you would treat me right but you was just a waste of time (waste of time)


Tell me why you're looking so confused

When I'm the one who didn't know the truth

How could you ever be so cold

To go behind my back and call my friend

Boy you must have gone and bumped your head

Because you left her number on your phone

(So now after all is said and done)

Maybe I'm the one to blame but

(To think that you could be the one)

Well it didn't work out that way


[Chorus]

I wanted you right here with me but I have no choice you've gotta leave

Because my heart is breakin'

With every word I'm sayin'

I gave up everything I had

On something that just wouldn't last

But I refuse to cry

No tears will fall from these

Eyeee-eeee-eeees

Ooooh, ooooh

Get out


[Chorus x2]

Get out (leave)

You and me

It's too late (too late)

You ohh

Bout her (who, why)

You said that you would treat me right (noooo)

but it was just a waste of time (waste of time)

Ohhhh oh oh oh hoh oh

Wednesday, 30 September 2015

Mengeluh

Hari ini mungkin kita lelah, merasa lelah, dan mengeluh terlalu banyak.

Apa saja yang telah kita lakukan pada hari ini hingga berani mengeluh lelah. Sudahkah membandingkan kelelahan itu dengan lelah lelah yang lain?

Jangan pernah lupa untuk bersyukur, agar lelahmu tertimpa selalu dengan bahagia.

Jadi, cabiklah keegoisan itu, buktikan pada Tuhan bahwa kita tidak sedang bermain-main dengan hidup ini.

Ketika hujan turun, tidak perlu mengeluh. Bukankah salah sendiri tidak membawa payung? Di luar sana sangat banyak tempat yang kekeringan. Untuk apa mengeluh?

Jangan pernah lupa dengan berkat Tuhan, jangan pernah lupa mensyukurinya. Apalagi ketika hujan mulai deras turun. Jangan lupa menjaga diri. Jangan terlalu banyak mengeluh.

Jadi, cabiklah keegoisan itu, buktikan pada Tuhan bahwa kita tidak sedang bermain-main dengan hidup ini.

Jangan lupa, jangan lupa bawa kaos kaki cadangan.

Welcome October...

Ambon, 1 October 2015

Hati = Rumah

Setiap hati orang itu akan menjadi rumah bagi orang lain.

Kenapa?

Karena begitu sedikit orang yang belajar tentang kesabaran hingga hati itu menjadi sempit, mudah sesak, mudah berprasangka. Hati yang tidak dibangun sejak hari ini, tidak dipersiapkan untuk boleh dihuni orang lain, tidak dirawat demi menyambut kehadiran penghuni barunya.

Setiap hati orang itu akan menjadi rumah bagi orang lain. Namun, hanya sedikit sekali orang yang mempersiapkan hatinya untuk bisa menjadi rumah yang nyaman dan menentramkan.

Betapapun aku tak kau cemburui

Teruntuk kau,

Betapapun aku tak kau cemburui,
Ada hal-hal yang sampai pada hari ini tak berhenti kulakukan.

Betapapun aku tak kau cemburui,
Untukmu aku ingin selalu ada.
Bukan untuk mengemis cinta!
Anggap saja itu bukti bahwa diantara aku dan dia, akulah seorang yang memiliki kadar ketulusan paling tinggi.

Betapapun aku tak kau cemburui,
Kau akan melihatku melakukan hal yang sama
Tetap menjaga perasaanmu agar baik-baik saja
Anggap saja itu bukti
Bahwa di banding ia yang katamu lebih berarti,
Akulah yang paling pandai menjaga hatimu dari nyeri.

Betapapun aku tak kau cemburui,
Kau tak akan pernah bisa membohongi dirimu sendiri,
Bahwa kau menyadari aku sanggup mencintai sampai selama ini
Anggap saja itu bukti
Bahwa di antara aku dan dia, akulah yang setianya tak ada duanya.

Betapapun aku tak kau cemburui,
Bila kau dapati sampai pada hari ini aku masih sendiri,
Anggap saja itu bukti
Bahwa cintaku tidak murah terhadap semua!

Tuesday, 29 September 2015

Kebersamaan

Manusia tidak pernah kuasa menahan waktu. Mencoba mengabadikan kenangan tidak mampu mencegah perubahan. Segalanya tetap berjalan menurut kehendak Penguasa Kehidupan.

Pertemuan adalah menyenangkan. Hanya saja, perpisahan tidak pernah mudah untuk perasaan. Terkadang prasangka memenjara dengan harap pertemuan selanjutnya. Rindu terbit dan menyesakkan dada.

Apakah kau ingat? Kita pernah bersisian. Kita pernah berbincang panjang. Kita pernah mengurai segala kusut masa harapan. Kita pernah bercanda hingga larut berganti pagi. Kita pernah berjanji...bahwa jarak tidak akan mengubah apa-apa. Nyatanya, manusia tidak selalu sekuat itu.

Ya, kita bukan tipikal manusia yang menuntut komunikasi dan interaksi setiap hari. Kita selalu menikmati pertemuan seakan tidak pernah ada perpisahan. Hanya saja... kenyataannya, aku tidak selalu mampu.

Aku membutuhkan pertemuan tanpa jeda yang keterlaluan. Aku tidak menginginkan perpisahan yang menjadikan ketidakpastian pertemuan. Aku tidak selalu sekuat itu, untuk menjalani dan memendam segala hal sendirian. Pun, aku tidak sanggup mengutarakan apa-apa tanpa pertemuan.

Ya, aku hanya sedang rindu kebersamaan kita.

Monday, 28 September 2015

Argumen Kopi

AKU:
Saat kau memilih pergi, aku tak lagi mencium aroma kopi yang kau minum
Karena akan membuatku terjaga lebih lama lagi
Lalu mau tak mau aku terpaksa harus terima
Menerima kau yang sepertinya memenuhi kepala

Sejak kau pilih pergi, aku tak lagi menyeduh kopi
Karena aku tidak menkonsumsi kopi
Dan karena aromanya mengingatkanku padamu
Kau yang begitu gemar menghabiskan bercangkir-cangkir kopi
Hingga seringkali membuatku khawatir perihal lambungmu yang dibuatnya nyeri

Ketika kau memutuskan pergi, aku tak duduk di rumah kopi untuk menulis 
Karena sejak kau pilih pergi, aku menulis berkali-kali setiap hari seolah kata-kata enggan untuk mati

Saat kau ingin pergi, aku benar-benar tidak ingin mendengar tentang kopi.
Sungguh tidak sama sekali!


KAU:
Saat aku memilih pergi, aku tak sudi lagi menulis
Karena akan membuatku berceloteh sendiri
Lalu mau tidak mau aku akan menyeduh segelas kopi

Sejak aku pergi, aku tak sudi lagi menulis
Bukan aku membenci
Tapi karena tiap katanya selalu terbawa mimpi

Ketika aku pergi, aku tak sudi lagi menulis
Sebab tiap diksi semakin membawaku ke alam imaji
Membuatku terus berjuang melawan pikiranku sendiri

Saat aku pergi, aku tak sudi lagi menulis
Bersama segelas kopi hari-hariku tak lagi sepi
Sejak hatiku kau bawa pergi, Tuhan berjanji akan ada satu waktu nanti... Kau akan merindukan tulisanmu bersamaku dan segelas kopi


AKU:
Kenapa kau memilih pergi?
Bila kau jelas menyadari hatimu telah ku bawa pergi?

Kenapa kau pilih pergi lalu memilih hari hanya berdua bersama segelas kopi?
Kau tahu? Bahagiamu saat bersamaku, takkan terganti.


KAU:
Aku memilih pergi agar tiada dari kita yang tersakiti
Sebab hatiku kau bawa pergi, aku memilih menyepi bersama segelas kopi

Menahan rindu paling nyeri, karena ketulusanmulah aku masih sanggup berdiri, hingga detik ini. Dan benar adanya, bahagiaku saat bersamamu, takkan terganti.


AKU:
Kau memilih pergi agar diantara kita tak ada yang tersakiti?
Lalu apa yang kita dapati hari ini?
Bukankah berpisah justru membuat luka parah?

Bila kau diberi pilihan yang lebih baik dari apa yang kau pilih hari ini,
Kenapa kau lebih memilih menghabiskan segelas kopi sendiri?
Kenapa kau lebih memilih menahan rindu yang katamu paling nyeri?

Aku masih ditempat yang sama
Bila cintamu bukan pura-pura,
Buktikan dengan tindak nyata
Jangan diam ditempat saja!

Untuk pertama kali setelah kau pergi,
Segelas kopi akan kuseduhkan lagi untukmu nanti!


KAU:
Aku pergi bukan sebab tak cinta lagi
Namun aku takut kamu akan tersakiti
Sebab egoku kadang menguasai diri ini

Cintaku bukanlah cinta pura-pura
Karena hanya namamu yang selalu kusebut dalam doa
Biar malaikat mencatat dan semoga Tuhan mengabulkannya
Ini setiaku padamu dan semesta

Dan dalam puisi, semuanya akan abadi, hingga aku mati.


AKU:
Baiklah!
Mari kita lihat sejauh mana kita sanghup menjaga jarak!


KAU:
Bersama segelas kopi, kutulis puisi dini hari, untukmu di waktu pagi, dengan rindu yang abadi.

Tapi kita percaya, dalam jarak kedua ujung jalan kelak dan bertemu, mempertemukan dua ketabahan dengan rindu yang tersembunyi.


AKU:
Semoga Tuhan merestui
Semoga kita sanggup menjaga cinta agar tetap hidup sampai di ujung jalan nanti

Sebagai bukti,
Bahwa jarak bukan lawan yang hebat!
Yang sanggup membuat cinta begitu saja berpindah tempat.


KAU:
Doa tulus kita,
Lebih hangat dari sebuah peluk, lebih manis dari sebuah kecup.

Saat jarak menyiksa, hadiahi aku itu saja.


AKU:
Serupa puisi yang senja kemarin ku tulis
Jaketku takkan pernah lama terlihat rapuh
Ia akan selalu menjadi saksi perihal aku
Aku yang selalu menjadi perempuan pendoamu setiap hari.


KAU:
Serupa harum kopi di pagi hari
Doa-doamu terbit menyamangati jiwa ini
Kelak, akan kupastikan kepadamu
Wahai wanita pendoaku...

Akulah yang akan berdiri sejengkal di depanmu; menjadi imammu...


AKU:
Itulah hari dimana kaulah lelaki yang bertanggung jawab atas hidupku

Hari dimana aku akan melakukan ini dan itu atas ijinmu

Hari dimana aku akan menyeduhkan segelas kopi untuk kembali menemaniku menulis puisi

Hari dimana aku akan berbakti tanpa henti padamu


KAU:
Berimanlah...

Mengapa Aku Sulit Melupamu

Mencintaimu aku tidak setengah-setengah
Itulah mengapa melupamu tidak mudah
Ketika Tuhan menganugrahi aku rasa itu
Seketika itu juga aku mensyukuri hadirmu

Bagaimana bisa melupamu menjadi begitu mudah
Sementara aku sudah terbiasa atas perilaku-perilaku menggemaskan yang tak jarang kau lakukan
Meskipun tidak semua layak dimaklumi
Namun aku tidak merasa berat hati untuk mengerti
Memberimu penjelasan dengan hati-hati agar tak sedikitpun kau merasa digurui
Memberimu penjelasan bahwa ada yang harus diperbaiki

Bagaimana bisa melupamu menjadi begitu mudah
Sementara aku tidak merasa berat hati menerima keputusan-keputusanmu yang tak jarang membuatku harus berada di urutan yang kesekian
Sepenuhnya aku menyadari kau hidup tidak sendiri
Bukan hanya aku satu-satunya yang ingin kau buat bahagia
Dia yang lebih dulu ada, lebih dari sekedar pantas mendapatkan hal yang sama

Bagaimana bisa melupamu menjadi begitu mudah
Sementara aku tidak merasa berat hati bila harus menemanimu di titik terendah
Kau tahu? Aku takkan pernah sanggup bernafas lega meninggalkanmu bersusah payah sendiri saja

Mencintaimu berarti mencintai ibu dan keluargamu
Mencintaimu berarti mencintai mereka yang sungguh berarti untukmu
Bagaimana bisa melupamu menjadi begitu mudah
Sementara aku tak pernah sanggup berhenti mendoa untuk mereka yang bila aku sebutkan namanya membuatku mengingat perihal kau

Ketika aku mensyukuri hadirmu
Itu juga berarti satu: Aku mencintai seluruhmu!

Itulah mengapa, untuk melupamu dengan mudah: Aku tidak sedikitpun memiliki celah!

Saturday, 26 September 2015

Hati Selalu Tahu Apa Yang Diinginkan

Kau menemukanku tercengang akan sesuatu
Tak dapat ku bandingkan dengan apapun
Aku tahu, aku berharap
Jika demam ini berakhir dan aku akan selamat
Aku sadar ku sedikit bertingkah gila
Berusaha kuat, tetapi mencoba kabur
Menyerahkan hatiku, aku berdoa
Mungkin aku akan berhasil keluar, hidup.

Kau menemukanku tercerai berai bagai potongan puzzle
Bersinar bagai bintang namun berteriak di dalam hati
Kau membuatku bersinar bagaikan cahaya venus
Tetapi ketika kau menghilang dan membuatku menunggu
Dan setiap detik adalah penderitaan
Kau seolah tetesan heroin, yang sudah tak ada
Ku mencari cara menemukanmu
Aku tak bisa kabur darimu

Inilah cerita dongeng masa kini
Tak ada akhir bahagia
Tak ada angin untuk melayang
Tetapi aku tak dapat bayangkan hidup tanpa momen "breathless"
Yang menghancurkanku, sehancur-hancurnya

Tempat tidurpun terasa dingin dan kau tak kembali
Masa depan yang kita pegang tak jelas arahnya
Tapi aku tak hidup sampai kau memanggilku kembali
Aku bertaruh keanehan ini yang terjadi
Simpan saja kata-kata nasihatmu karena tak akan pernah ku simak
Mungkin kau benar tapi aku tak perduli
Berjuta alasan bagiku untuk menyerah, tetapi hati selalu tahu apa yang di inginkan

Ambon, 23 September 2015

Friday, 25 September 2015

Potret

Beberapa hari yang lalu, aku melihat potret instagram-mu bersamanya. Saling berdampingan. Entah momen apa yang kalian rekam dalam potret itu, rasanya aku ingin mengetahuinya. Dan hal yang membuatku mendadak tidak karuan adalah kedua bibir kalian saling bertukar senyum. Bahagia.
Padahal, beberapa bulan terakhir ini kita juga sebahagia itu.

Sudah lama sekali rasanya hari-hari berlalu. Aku telah lama memutuskan menjadikanmu duniaku, yang sesekali mengorbit pada dirimu. Lalu, potret itu berhasil membuatku muram. Bukan. Bukan karena dia berdampingan denganmu, tapi karena bukan aku yang lebih dulu mendampingimu.
Padahal, di waktu yang sama aku juga sangat ingin bersama-sama... Mendampingimu.

Hal yang membuatku sedih adalah ketika kamu memamerkan kebahagiaanmu dengannya, lalu mengabaikanku. Seakan-akan aku tercipta hanya untuk dilewati olehmu. Aku tidak peduli kamu bersama si ini atau si itu, tapi aku benci saat kamu bisa dengan seenaknya datang, membuatku jungkir balik, lantas pergi begitu saja.
Padahal, aku telah percaya kamu tidak akan sejahat itu padaku.

Pilihannya selalu ada di tanganmu, kasih. Tetap menyayangimu setelah dibuat berantakan adalah pilihanku. Aku berusaha untuk ada, sesibuk apapun aku. Lalu aku memaksa diri untuk tidak lagi menyapamu, karena merasa tidak benar-benar diinginkan olehmu.
Padahal, aku sedang sayang-sayangnya denganmu.

Ah lucu sekali rasanya, ketika melihat sebuah potret saja mampu membangkitkan kenangan dan rasa-rasa yang tertinggal. Namun jujur, di setiap detik, aku bersyukur, karena berkatmu, tulisan-tulisan ini ada. Mungkin kamu akan selalu melihatku sebagai perempuan lemah yang ingin dicintai.
Padahal, aku masih menyayangimu lebih dari orang lain pernah menyayangimu.

Dan aku tahu aku tak akan pernah baik-baik saja tanpamu.
Karena sebenarnya, aku rindu.

Thursday, 24 September 2015

untitled

Secangkir kopi panas yang menatapku, tatapannya dalam lebih dari gelapnya malam.
Aku terjaga tetapi masih tertidur, sambil berkata pada diriku sendiri, "aku akan baik-baik saja".
Nyatanya tidak!

Dan aku sadar ketidak baik-baiknya diri tak akan lebih buruk dari hari ini,
Termangu disini dan dia di rumahnya memikirkan apa yang ingin diutarakan.
Dapat aku bayangkan dia sedang di kamar berharap aku tak tahu apa yang sedang dia pikirkan, sementara dia bisa mendengar tangis meraung-raung dari mataku.

Seperti ditampar dengan handuk basah, membuat kesadaranku pulih dan aku tahu sudah beberapa waktu terakhir kau tak melihat senyum dan tawa dari bibirku seperti biasanya.
Aku sedang berada dalam sirkulasi penyangkalan sejak segala hal terjadi,
Tolong bawa aku kembali dari awal,  karena aku tak bisa membayangkan kehilangan dirimu, juga.

Tak dapat ku jelaskan semua ini maka aku menyimpannya sendiri, memakai baju terluka yang terlindungi dengan kemunafikan
Kau datang untuk mendekapku dan kau bersedih, sambil menatap mataku...

Aku tak bisa,
Kau tak pernah suka apa yang kau lihat dariku
Jika kau ada di kepalaku dan harus mendengar pembelaanku

Seperti, aku tak percaya semua ini terjadi lagi padaku
Dan dapatkah seseorang mematikan rasa sakit ini, agar aku tak perlu lagi mencarimu dengan berjuta permohonan yang tak pernah kau indahkan.

Dan seluruh tangisan meminta pertolongan yang selalu kau abaikan,  tak pernah kau perhatikan.
Tetapi aku kira cukup mudah untukmu meninggalkanku
Tapi percayalah, ini tak semudah bayanganmu untuk dilupakan.

Aku rela menukar apa saja untuk 1 menit lagi,
Tak dapatkah kau lihat, aku ingin menatapmu dan berbicara
Yah, aku masih duduk di sini memikirkan siapa yang akan membantuku, selagi aku menatap pintu kamar itu dan sadar bahwa kau tak akan pernah kembali.

Katamu, kau akan kembali, tetapi sekarang kau menghilang begitu saja.
Hanya sebuah tatapan kosong saat aku berdiri sendiri,
Aku tahu kau tak akan pernah kembali. Sial!

Aku mempunyai hati yang goblok, membuatku kedinginan
Dan mereka terus mengelupas
Segala janji yang aku ucapkan, terasa seperti aku telah menepatinya, tetapi selalu terasa salah
Aku tak ingin orang lain, tetapi terasa sulit untuk mengenalku saat aku tak mengenal siapa diriku
Dan aku tertolong saat aku terpuruk, aku tak berpikir jernih, saat itu kau menatap mataku dan berkata...

Aku melihat keburukanmu
Aku melihat rasa sakitmu
Ucapakan gundahmu
Akan ku rebut semuanya
Aku akan menjadi mercusuarmu
Aku akan membuat segalanya lebih baik
Saat ku lihat keburukanmu
Aku akan berdiri gagah berani
Dan mengalahkan ketakutanmu

Wednesday, 23 September 2015

Khawatir

Makhluk hidup yang kita sebut manusia, tidak terlepas dari rasa khawatir. Saya pun tidak jauh dari rasa khawatir itu. Entah itu kekhawatiran yang besar, entah itu bersifat kecil. Pada dasarnya, semua kita memiliki prasangka yang rendah terhadap sebuah situasi, mungkin dipengaruhi perasaan yang terbawa suasana. Atau mungkin karena alasan-alasan lain yang menyokong kekhawatiran kita.

Beberapa sosok di waktu terakhir ini sementara khawatir terhadap orang-orang terdekatnya. Rasa khawatir ini, dikatakan karena kepedulian dan rasa sayang yang begitu besar. Rasa khawatir itu baik adanya. Tetapi ada kalanya juga, tidak! Saya kembalikan sudut pandang baik buruknya kepada setiap pribadi sesuai dengan pemahamannya sendiri.

Khawatir akan perubahan. Perubahan yang saya tujukan merupakan kekhawatiran karena perubahan terhadap perasaan orang lain atau kebalikannya, orang lain terhadap saya. Rasa khawatir akan perubahan itu sama artinya dengan rasa takut ada sesuatu yang berubah.

Semisal memperjuangkan sesuatu atau seseorang yang ketika dilanda kekecewaan merubah perasaannya sehingga mempengaruhi keputusan-keputusan tertentu akan jalan hidupnya. Mengapa? Karena, ketika kecewa membuat seseorang mulai mempertanyakan perjuangannya layak dihargai dengan kekecewaan? Atau ketika kekecewaan membawa kesadaran akan beberapa penggalan pikiran  dari respon untuk kekecewaan tersebut.

Saat perasaan mulai berubah, maka rasa takut dan ragu-ragu mengalihkan nilai kepercayaan seseorang yang ditujukan ke orang-orang yang membuat kecewa. Kecewa, saya pikir membuat manusia takut akan perubahan perasaan, ragu-ragu karena telah dikecewakan, dan apakah rasa khawatir itu perlu dibesar-besarkan atau harus diabaikan?

Percayalah, sungguh tak mudah menjawabnya!

Ambon, 16 Sept 2015

Tuesday, 22 September 2015

Sejauh Panggilan

Aku hanya sejauh satu panggilan
Aku akan selalu ada untuk menyelamatkan hari-harimu
Aku tak mempunyai kekuatan super
Tetapi aku hanya sejauh satu panggilan

Panggil aku, jika kau membutuhkan teman
Aku hanya akan memberikan kau cinta
Aku ingin menggapaimu, aku akan melanggar semua batasan
Karena kau selalu tau, kemanapun kau pergi kau tak akan pernah sendiri

Marilah kemari bersamaku dan jangan takut aku akan membebaskanmu
Kau dan aku akan berhasil dimana saja kita berada
Untuk sekarang, kita hanya bisa seperti ini
Karena kau tahu, aku hanya ingin melihatmu tersenyum

Dan saat kau lemah, aku akan kuat untukmu
Aku akan bertahan untukmu
Sekarang jangan khawatir, semua ini takkan lama
Kasihku, dan saat kau merasa kehilangan harapan
Kau hanya perlu berlari ke pelukanku

Karena aku akan selalu ada untuk menyelamatkan hari-harimu yang buruk.

Cafe Mega, 22 September 2015