Secangkir kopi panas yang menatapku, tatapannya dalam lebih dari gelapnya malam.
Aku terjaga tetapi masih tertidur, sambil berkata pada diriku sendiri, "aku akan baik-baik saja".
Nyatanya tidak!
Dan aku sadar ketidak baik-baiknya diri tak akan lebih buruk dari hari ini,
Termangu disini dan dia di rumahnya memikirkan apa yang ingin diutarakan.
Dapat aku bayangkan dia sedang di kamar berharap aku tak tahu apa yang sedang dia pikirkan, sementara dia bisa mendengar tangis meraung-raung dari mataku.
Seperti ditampar dengan handuk basah, membuat kesadaranku pulih dan aku tahu sudah beberapa waktu terakhir kau tak melihat senyum dan tawa dari bibirku seperti biasanya.
Aku sedang berada dalam sirkulasi penyangkalan sejak segala hal terjadi,
Tolong bawa aku kembali dari awal, karena aku tak bisa membayangkan kehilangan dirimu, juga.
Tak dapat ku jelaskan semua ini maka aku menyimpannya sendiri, memakai baju terluka yang terlindungi dengan kemunafikan
Kau datang untuk mendekapku dan kau bersedih, sambil menatap mataku...
Aku tak bisa,
Kau tak pernah suka apa yang kau lihat dariku
Jika kau ada di kepalaku dan harus mendengar pembelaanku
Seperti, aku tak percaya semua ini terjadi lagi padaku
Dan dapatkah seseorang mematikan rasa sakit ini, agar aku tak perlu lagi mencarimu dengan berjuta permohonan yang tak pernah kau indahkan.
Dan seluruh tangisan meminta pertolongan yang selalu kau abaikan, tak pernah kau perhatikan.
Tetapi aku kira cukup mudah untukmu meninggalkanku
Tapi percayalah, ini tak semudah bayanganmu untuk dilupakan.
Aku rela menukar apa saja untuk 1 menit lagi,
Tak dapatkah kau lihat, aku ingin menatapmu dan berbicara
Yah, aku masih duduk di sini memikirkan siapa yang akan membantuku, selagi aku menatap pintu kamar itu dan sadar bahwa kau tak akan pernah kembali.
Katamu, kau akan kembali, tetapi sekarang kau menghilang begitu saja.
Hanya sebuah tatapan kosong saat aku berdiri sendiri,
Aku tahu kau tak akan pernah kembali. Sial!
Aku mempunyai hati yang goblok, membuatku kedinginan
Dan mereka terus mengelupas
Segala janji yang aku ucapkan, terasa seperti aku telah menepatinya, tetapi selalu terasa salah
Aku tak ingin orang lain, tetapi terasa sulit untuk mengenalku saat aku tak mengenal siapa diriku
Dan aku tertolong saat aku terpuruk, aku tak berpikir jernih, saat itu kau menatap mataku dan berkata...
Aku melihat keburukanmu
Aku melihat rasa sakitmu
Ucapakan gundahmu
Akan ku rebut semuanya
Aku akan menjadi mercusuarmu
Aku akan membuat segalanya lebih baik
Saat ku lihat keburukanmu
Aku akan berdiri gagah berani
Dan mengalahkan ketakutanmu