Ada saat dimana kita belum bisa melupakan
masa lalu. Ada saat dimana sakit hati berat membuat kita terpuruk dan sulit
melanjutkan hidup. Dan sebenarnya kita harus tahu, disitulah letak tantangan
hidup yang sebenarnya.
Tiap-tiap orang mempunyai pengalamannya sendiri
tentang patah hati dan move on. Tentang rasa terpuruk, stuck dan bagaimana
untuk move on. Dan demikian juga, setiap orang punya pengalaman dan caranya
sendiri untuk menyelesaikan masalah yang di hadapi. Dan inilah cara saya.
Dulu sekali kira-kira tahun 2009, saya pernah jatuh
cinta dengan seseorang. Seseorang itu adalah orang yang diluar bayangan untuk
di vonis bersalah karena membuat saya jatuh hati padanya. Kenapa? Karena dia
sudah mempunyai pacar. My mistake. But, he made my world so colourful that
time. Kita menyebut hubungan ini dengan sebutan CIDAHA atau kepanjangannya
“Cinta Dalam Hati”. Terdengar so sweet. Tapi ada saat dimana hubungan itu
menyesakan hati.
Ketika bersamanya terasa menyenangkan. Tetapi
ketika tidak bersamanya, hati ini kehilangan arah. Yah itu karena
kebersamaannya dengan perempuan yang dia sebut calon pendamping masa depannya.
Sakit hati. Berat. Mengetahui fakta menyakitkan itu. Tapi perasaan yang saya
punya waktu itu mengalahkan rasa cemburu yang bermain-main di pikiran saya.
Lalu saya di perhadapkan dengan situasi di mana dia
harus memilih. Pilihannya adalah bersama calon pendamping masa depannya, di
bandingkan memilih saya. Maka masa terpuruk saya-pun di mulai. Saya merasa
patah hati dan saya merasa terlalu membutuhkan dia.
Tapi lihatlah sekarang, saya move on. Saya bertahan
hingga saat ini. Dan saya teringat kembali kata-kata penyemangat yang dia
ucapkan untuk terakhir kali, “Sebelum
mengenal saya, kamu bisa menjalani hidup dengan baik selayaknya orang lain pada
umumnya. Kenapa hanya karena saya sudah tidak ada, kamu tidak bisa melanjutkan
hidupmu tanpa saya?”
Benar sekali. Kata-katanya terakhir kali sungguh
benar. Saya tak dapat menyangkalnya. Dan dari ucapannya itu, saya mengerti
bahwa semua perasaan terpuruk itu ada karena kenangan indah yang masih membekas
di benak. Perasaan stuck dan tidak bisa move on itu ada, karena kita belum
terbiasa dengan ketidak hadiran orang yang sudah menjadi bagian dari diri kita.
Waktu yang membuat 2 (dua) orang asing yang tidak
saling mengenal saling mencintai dengan sungguh. Waktu juga yang akan
menyembuhkan luka dan membuat kita terbiasa dengan ketidakhadiran orang
tersebut. Memang tidak mudah, tidak segampang mengatakannya. Hanya saja saya
percaya dan saya yakin pada diri saya sendiri. Dan terbukti saya bisa.
Dari keseluruhannya yang paling penting lagi untuk
Move on adalah “Forgive and Forget”. Ketika kita mengampuni kesalahan seseorang
yang menyakitkan hati, dengan pasti saya meyakinkan bahwa kita juga pasti bisa
melupakannya. Karena belajar untuk memaafkan akan membawa kita mampu untuk
melupakan.
Quote for today: "Patience is not the ability to wait. It's how you act while you're waiting."

