have you ever in this situation???
LOVING SOMEONE YOU CAN NEVER HAVE...
kalimat itu begitu sederhana, tak bermakna, namun memiliki arti khusus bagi diriku...
ditakdirkan untuk berhadapan dengan situasi seperti itu sungguh menyakitkan...
ditakdirkan untuk merasakan kepedihan, berulang-ulang kali...
kadang merasa lebih baik mati, daripada terus mengalami kekejian perasaan...
ada yang pernah bilang lebih baik dicintai daripada mencintai...
apakah itu benar adanya???
apakah kita benar-benar merasa puas dengan hanya menerima cinta???
ataukah kita lebih memaknai arti cinta di saat kita mencintai seseorang???
hah, sungguh rumit...
lebih rumit daripada rumus matematika, atau senyawa kimia...
semua itu ilmu pasti, bagiku cinta adalah ilmu yang tak pernah pasti...
kadang berubah, kadang pasti, sungguh tak menentu!!!
aku, hati yang tersakiti, lagi dan lagi...
tak pernah merasakan perasaan dicintai yang sejati...
lebih banyak mencintai, dengan balasan tak pernah benar-benar dicintai...
semua perasaan yang kurasakan, yang ku luapkan, yang ku curahkan kepada seseorang, selalu dibalas dengan dusta...
mencintai dia yang sudah menjadi milik orang lain...
dia... lagi lagi dia...
seseorang yang tiba-tiba masuk dalam hidupku...
yang dari awal sudah ku anggap sebagai teman, sahabat, kakak, adik, saudara...
namun, betapa ku hanyut dalam setiap perkataannya...
ku hanyut hingga ku terperosok dalam jurang kesakitan ku sendiri...
aku berusaha, memasuki ruang dalam hatinya...
mengerti akan dunianya, hingga akhirnya aku menjadi bagian dari semua itu...
kenapa???
kenapa baru sekarang aku mengenalmu???
aku menyesal terlambat mengenalmu!!!
pernyataan itu yang dia katakan kepadaku...
pernyataan yang membuka kembali luka menganga dalam hatiku...
luka yang dulu hampir sembuh, seperti terkikis lagi dengan kata-kata itu...
luka itu kini semakin sakit...
rasanya ingin berteriak...
tapi, kepada siapa???
tak ada yang mendengar...
tak ada yang peduli...
ketika dia mendapatkan kebahagiaannya, aku dibuang...
aku tak berarti lagi bagi dirinya...
segala hal yang telah kulakukan selama ini, dia anggap hanya segenggam sampah yang berisi kemunafikan semata...
dia anggap aku tak punya hati dan perasaan, sehingga dengan mudahnya dicampakan...
sungguh, sekarang aku benar-benar merasa diriku bagaikan boneka tak bernyawa...
sekarang aku berusaha memperbaiki semuanya sendiri...
memperbaiki luka yang dia lukiskan ke dalam hati ini...
aku lebih banyak DIAM menyembunyikan semua rasa sakit ini...
aku lebih banyak menonjolkan sikap, bahwa aku kuat, bahwa aku tak pernah merasa sakit!!!
tapi, semua itu bohong!!!
semua itu cuma dusta!!!
aku memakai tameng, berlindung dari semua topeng kebahagiaanku...
karena aku hanya ingin melindungi diriku lagi, melindungi hatiku lagi...
agar aku takkan pernah terluka lagi!!!
aku hanya ingin mencegah, jangan sampai ada seseorang seperti dirinya terlalu dekat dengan diriku...
terlalu dekat dengan hatiku...
agar aku tak perlu mengobati luka ini lagi!!!
kar'na sungguh, hati ini sungguh sudah tak berbentuk lagi!!!
Ambon, 28 Juni 2015