Friday, 26 June 2015

Hujan Warna Warni



Hujan warna warni, kata orang memang tak mungkin. Tapi bagi saya, bagi kami semua, itu mungkin. Tiga bulan yang lalu warna warni menghiasi langit kota. Terlampau jauh mengingat memori hujan warna warni, tetapi kenapa tidak, mengenang kembali keindahan hujan warna warni yang tak setiap hari dapat saya nikmati. 

Kesenangan bergembira, bermain warna bersama banyak orang. Orang-orang terdekat, menyenangkan. Entah itu hanya sekejap, tetapi mampu menghibur hati saya yang saat itu masih terluka. Masih membekas. Warna warni menimbulkan sensansi bahagia yang tak terucapkan oleh kata-kata. Hanya dapat saya ekspresikan saat menari gembira mengikuti alunan musik yang  di lantunkan oleh DJ.

Saat MC mengarahkan kami untuk melemparkan bubuk berwarna warni yang ada di tangan kami. Seluruh warna berbaur menyatu dengan udara di langit, dan inilah saat yang di nantikan. Hujan warna warni menghiasi langit biru di lapangan merdeka, Ambon. Tak terlupakan. Sungguh.

Tetapi setiap momen indah, pasti punya masa tenggang waktu habisnya. Begitupun juga dengan hujan warna warni kala itu. Sangat membahagiakan. Tak terucapkan. Menciptakan kegembiraan sesaat, luka yang membekas pun tak terasa lagi. Yang ada hanyalah, kenangan baru tercipta, meninggalkan seberkas luka baru yang menganga sampai hari ini.

Luka lama belum cukup sembuh, hujan warna warni menghantar ke luka yang baru yang akan bertahan lama. Saya hanya berharap, luka ini punya masa tenggang waktu habisnya juga.


Paparisa, 26 Juni 2015
#30harimenulishujan
#Day26
#acfest2015
#mangenteAmbon

No comments:

Post a Comment