Ketika saya sedang berbincang dengan seorang kakak tentang perempuannya. Sesi berbagi opini di mulai. Dan alhasil, saya mengambil kesimpulan seperti ini...
Dia masih memainkan peran ke-egoisannya tanpa berpikir itu benar atau salah. Dia tahu anda terlalu mencintai dia, hingga akhirnya dia berpikir anda tak akan pernah meninggalkannya. Dia salah. Anda akan pergi dan dia akan menyesal.
Dan saya teringat akan filosofi konyol milik saya sendiri tentang cuaca hari-hari terakhir ini.
Saya sangat menantikan hujan. Bahagia tak terhingga saat hujan turun di hari ke empat bulan ini, saya merasa menang. Karena terlalu yakin akan terus turun hujan, saya tak lagi mencuci bersih sepatu kesayangan yang sangat kotor karena medan saat hujan turun.
Beberapa hari berlalu...
Cuaca berkabut di luar jendela, masih dengan keyakinan hujan akan terus mengenangi tanah saya berpijak, memakai sepatu converse andalan yang kotornya tak terhingga. Tengah hari, matahari menunjukkan keperkasaannya. Saya menyesal, sepatu belum di cuci bersih, terlihat jorok dan dekil saat panas menyengat dari sang mentari.
Apa daya?
Saya harus tetap berjalan memakai sepatu dekil ini kan?
Kira-kira seperti itulah ceritanya...
Perjalanan Pulang, 13 Juni 2015
#30harimenulishujan
#Day13

No comments:
Post a Comment