ku hanya bisa terdiam,
menahan semua rasa perih yang selama ini ku pendam...
ketika semua harapan kau musnahkan,
dan meninggalkan bekas luka yang kau ukir seperti lukisan...
apa yang ku lakukan selama ini kau anggap tak berarti,
dan tak ada makna sama sekali...
seluruh isi di dalam hati telah diberikan,
tapi yang didapatkan hanya kepedihan...
aku memang tak sempurna,
tak seperti yang kau inginkan,
tapi bukan hatiku bisa kau permainkan...
aku manusia biasa yang masih punya hati dan perasaan...
semua angan dan harapan kini telah sirna,
digilas kenyataan yang bertepuk sebelah tangan,
seakan-akan semua tak pernah diperhitungkan oleh kenyataan
yang merasuk hati dan pikiran...
yang merasuk hati dan pikiran...
aku tak berharap banyak,
dari apa yang ku lakukan,
tetapi aku hanya menginginkan keadilan dari setiap ketulusan...
No comments:
Post a Comment