Tuesday, 2 June 2015

terima kasih telah hadir


Hai kamu...
Iya, kamu yang ada disitu
Kamu mungkin dapat mendengarku
Kamu juga mungkin dapat memelukku dalam diam
Sedangkan aku, aku hanya dapat menyentuh dinding lembut pelindungmu
Dapat merasakanmu walau hanya sekilas lalu



Kamu tahu, aku sedang jatuh
Terjatuh pada sebuah kesalahan
Entahlah, aku menyebutnya kesalahan karena terasa manis walau hanya sekejap
Bentuk lain dari kesalahan yang telah ku perbuat



Apakah kamu bisa merasakan kesusahanku?
Apakah kamu mengerti apa yang sedang aku perjuangkan?
Aku-pun tak mengerti
Aku masih belum bisa menempatkan diriku diwaktu nanti



Terasa berat dipikirkan
Terasa sulit dihadapi
Ingin menangis tapi air mata ini tak kunjung menetes
Mungkin karena aku tak ingin ada yang melihat kesusahanku



Hujan...
ku mohon jatuhlah sebentar
Jatuh di saat aku menangis
Agar tetesan hujan diwajahku berbaur bersama dengan menetesnya air mataku




Hai kamu...
iya, kamu jangan bersedih
Jangan terluka hatimu
Kau telah membuatku kuat
Kamu mengubah perasaanku
Kamu membuatku tak ingin menangis lagi
Kamu membuat ku punya alasan untuk mencari masa depan yang lain
Masa depan diluar semua kepedihan ini


Hai kamu...
Iya, kamu...
Terima kasih telah hadir...




Passo, 3 Juni 2015

No comments:

Post a Comment