Saat kecil dulu, saya ingat setiap kali hujan turun, saya bersama teman-teman sekitar daerah pemukiman kami, bermain hujan. Sambil bermandikan hujan, kami menuturkan cerita dari hujan ini sendiri. Jadi tidak hanya ingin bermandikan hujan, kami tentu saja ingin bermain di saat hujan menetes dari langit.
Seperti hujan hari ini, kami juga selalu menikmati hujan yang deras turunnya seperti sekarang. Kata orang tua dulu, ini hujan yang dapat menyebabkan sakit atau semacamnya. Tetapi kami, tidak mengindahkan larangan orang tua kami masing-masing. Kami hanya ingin bersenang-senang di bawah tetesan hujan.
Keceriaan masa kecil saat hujan turun, mengingat saat kecil tak ada yang perlu dipikirkan. Pikiran yang polos, tak bernoda. Tak ada beban maupun tuntutan hidup. Menjadi dewasa, kita di perhadapkan dengan situasi dan keadaan yang membuat kita sulit untuk merasakan kebahagiaan dan keceriaan seperti masa kecil dulu. Tetapi menjadi bahagia dan ceria adalah pilihan, bukan?
Menyenangkan mengingat ketika kecil tak ada hal-hal berat yang perlu di indahkan. Yang perlu kami tahu hanyalah bersenang-senang dengan masa kecil saat itu. Karena masa kecil hanya satu kali terjadi. Dan ketika masa kecil itu telah berlalu, yang hinggap saat hujan turun hanyalah memori keceriaan. Sambil berselimut, menatap hujan dari balik jendela.
Masa kecil dan hujan sangat kental kaitannya. Sungguh, ingin sekali masa itu terulang kembali. Seandainya saja...
Passo, 9 Juni 2015
#30harimenulishujan
#Day9

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬
ReplyDeleteYa kadang rindu juga bisa bermain hujan dengan santainya, sekarang jika menari dibawah hujan pada usia begini bisa dibilang gila, hehe.
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬