Wednesday, 3 June 2015

Tetesan Surgawi

Saya masih termangu, entah apa yang terlintas ketika saya membuka mata dan hal pertama yang saya ingat adalah wajahmu. Dan tiba-tiba saya tersadar hujan telah turun. Saat itu juga, saya-pun tahu sajak-sajak maupun syair-syair yang di tuturkan beberapa hari terakhir, memanjatkan harapan akan turun hujan telah tercipta.


Hujan deras yang turun bukan karena amukan Sang Pencipta yang mendengar kata-kata indah oleh khalayak perindu tetesan surgawi. Tetapi karena Sang Pencipta hujan sejak lama rindu mendengar alunan simfoni yang terpanjatkan selama tiga hari ini.


Hari ke empat menjadi berkat keindahan yang terpancar. Malaikat bersenandung ria memainkan alat musik sambil menyanjung tinggi makhluk-makhluk sempurna ciptaan yang Esa, yang sedang memanjatkan harapan akan turunnya hujan.




Dan setiap tetes hujan yang membasahi muka bumi, menjadi imajinasi dan inspirasi termulia bagi setiap jiwa yang rindu akan jamahan sang hujan. 


Paparisa, 4 Juni 2015
#30harimenulishujan
#Day4
  

No comments:

Post a Comment