Friday, 18 July 2014

'Move On' itu karena 'Terbiasa'


Ada saat dimana kita belum bisa melupakan masa lalu. Ada saat dimana sakit hati berat membuat kita terpuruk dan sulit melanjutkan hidup. Dan sebenarnya kita harus tahu, disitulah letak tantangan hidup yang sebenarnya.


Tiap-tiap orang mempunyai pengalamannya sendiri tentang patah hati dan move on. Tentang rasa terpuruk, stuck dan bagaimana untuk move on. Dan demikian juga, setiap orang punya pengalaman dan caranya sendiri untuk menyelesaikan masalah yang di hadapi. Dan inilah cara saya.

Dulu sekali kira-kira tahun 2009, saya pernah jatuh cinta dengan seseorang. Seseorang itu adalah orang yang diluar bayangan untuk di vonis bersalah karena membuat saya jatuh hati padanya. Kenapa? Karena dia sudah mempunyai pacar. My mistake. But, he made my world so colourful that time. Kita menyebut hubungan ini dengan sebutan CIDAHA atau kepanjangannya “Cinta Dalam Hati”. Terdengar so sweet. Tapi ada saat dimana hubungan itu menyesakan hati.

Ketika bersamanya terasa menyenangkan. Tetapi ketika tidak bersamanya, hati ini kehilangan arah. Yah itu karena kebersamaannya dengan perempuan yang dia sebut calon pendamping masa depannya. Sakit hati. Berat. Mengetahui fakta menyakitkan itu. Tapi perasaan yang saya punya waktu itu mengalahkan rasa cemburu yang bermain-main di pikiran saya.

Lalu saya di perhadapkan dengan situasi di mana dia harus memilih. Pilihannya adalah bersama calon pendamping masa depannya, di bandingkan memilih saya. Maka masa terpuruk saya-pun di mulai. Saya merasa patah hati dan saya merasa terlalu membutuhkan dia.

Tapi lihatlah sekarang, saya move on. Saya bertahan hingga saat ini. Dan saya teringat kembali kata-kata penyemangat yang dia ucapkan untuk terakhir kali, “Sebelum mengenal saya, kamu bisa menjalani hidup dengan baik selayaknya orang lain pada umumnya. Kenapa hanya karena saya sudah tidak ada, kamu tidak bisa melanjutkan hidupmu tanpa saya?”

Benar sekali. Kata-katanya terakhir kali sungguh benar. Saya tak dapat menyangkalnya. Dan dari ucapannya itu, saya mengerti bahwa semua perasaan terpuruk itu ada karena kenangan indah yang masih membekas di benak. Perasaan stuck dan tidak bisa move on itu ada, karena kita belum terbiasa dengan ketidak hadiran orang yang sudah menjadi bagian dari diri kita.

Waktu yang membuat 2 (dua) orang asing yang tidak saling mengenal saling mencintai dengan sungguh. Waktu juga yang akan menyembuhkan luka dan membuat kita terbiasa dengan ketidakhadiran orang tersebut. Memang tidak mudah, tidak segampang mengatakannya. Hanya saja saya percaya dan saya yakin pada diri saya sendiri. Dan terbukti saya bisa.




Dari keseluruhannya yang paling penting lagi untuk Move on adalah “Forgive and Forget”. Ketika kita mengampuni kesalahan seseorang yang menyakitkan hati, dengan pasti saya meyakinkan bahwa kita juga pasti bisa melupakannya. Karena belajar untuk memaafkan akan membawa kita mampu untuk melupakan.






Quote for today: "Patience is not the ability to wait. It's how you act while you're waiting."

No comments:

Post a Comment