Ada yang menggenang di pelupuk mata
Tapi tak mampu untuk tercurah
Dia menggantung begitu saja
Hanya sanggup membuat berkaca-kaca
Mencoba bertahan dalam diam
Namun segala rasa sudah tak berdaya
Peduliku tak dianggap
Lelahku kian membuncah
Membuat sesak hingga seperti tak ada lagi yang berdetak
Inginku menoleh lalu kembali
Namun kerap kutemukan rintihan yang menghalangi
Aku kerap melangkah menapaki jalan
Meski mulai tertatih dan nafas tersengal karenanya
Tapi tidak untuk kali ini
Aku melambat, segalanya melemah
Semuanya mengabur perlahan, berganti dengan tetesan yang mulai hadir di manik mata
Pulang kurasa sudah menjadi yang terbaik
Maaf untuk segala salah yang sempat singgah
Untuk kali ini, izinkan aku berduka membersamai langkahku untuk pergi menjauh dari lingkaran bahagia yang pernah kita ciptakan.
Ambon, 14 Oktober 2015
No comments:
Post a Comment