Tahukah kau? Ada yang tak bisa kau dengar
Kau ingin tahu apa?
Doaku; Doa perempuan pendoamu
Aku bukan malaikat
Yang selalu bersama dimanapun kau menjejak bahkan saat kau tersesat
Namun percayalah!
Saat ragamu tak mampu lagi kulihat
Seketika itu juga Tuhan mendengar perempuan pendoamu mendoa; Ia pinta agar kau tak kehilangan arah
Ku mohon kau jangan menyerah
Percayalah, Tuhan akan menunjukanmu arah
Aku bukan malaikat
Yang mampu melihat airmata yang sengaja kau sembunyikan dari semua
Namun percayalah
Tuhan selalu mendengar perempuan pendoamu mendoa
Ia pinta agar dukamu mengalir bersamaan saat kau meneteskan airmata
Ku mohon tersenyumlah setelah kau lelah menangis
Tuhan takkan mengabaikan hatimu yang teriris
Bukankah setelah gelap, terang akan datang?
Aku bukan malaikat
Yang selalu tahu saat kau sedang berpura-pura bahagia
Namun percayalah
Tuhan selalu mendengar perempuan pendoamu mendoa
Ia pinta agar kau menerima apa yang terjadi
Karena keikhlasan akan membawamu pada ketenangan
Lalu, Ia pinta pada Tuhan agar bahagiamu yang sesungguhnya disegerakan
Aku bukan malaikat
Yang selalu bersamamu setiap saat
Namun percayalah
Doa perempuan pendoamu tak kalah hangat dari raga yang medekap erat
Bila malaikat tak pernah terlewat untuk mencatat apa yang kau perbuat,
Maka, sebagai perempuan pendoamu; Aku akan selalu berupaa agar tak pernah terlewat untuk mendoa perihal dirimu.
No comments:
Post a Comment