Tuesday, 17 November 2015

Menunggu

Di saat menunggu sudah menjadi hal yang membosankan, aku senang bermain-main dengannya. Banyak yang bisa kulakukan dengan menunggu, menikmati kesibukanku, menghabiskan waktu dengan teman-teman komunitas, termasuk menikmati saat-saat sendiri.

Di saat menunggu sudah menjadi hal yang membuat orang tidak sabar, aku akan tetap sabar. Aku tidak akan mengumbar lagi perasaan kemana-mana, tidak akan menjualnya dengan murah kepada siapapun, apalagi menggonta-ganti seenaknya begitu cepat. Diri ini tidak boleh semurah itu. Agar kamupun tidak khawatir dengan keadaanku.

Di saat menunggu sudah menjadi hal yang paling mengecewakan, aku senang melakukannya. Karena hal yang aku tunggu, tentunya hal yang pasti, berharga, dan penuh kejutan didalamnya, apalagi terselip restu-Nya. Karena dalam hidup ini, aku belajar. Antara hang harus ditunggu dan dilepas. Lagipula aku juga tidak ingin menunggu yang tidak pasti, yang membuat batin lelah menerka, yang tidak berani berkomitmen, hanya mengumbar kata-kata manis. Dan jika kecewa perasaannya tumpah dimana-mana yang solusi pun tidak dapat.

Ternyata hidup ini sepenuhnya tidak buruk jika kita mau bersabar menunggu. Jangan menghabiskan separuh hidupmh hanya untuk menunggu hal yang belum pasti adanya.

Mari kita jaga baik-baik rasa saling percaya ini, agar salah satu dari kita tidak perlu khawatir. Sebab barangkali menunggu ini adalah cara Tuhan untuk melihat kesabaran kita sebelum kita bertemu nanti.

Aku akan tetap menunggu. Karena aku percaya. Karena aku percaya, dalam hidup ini tidak akan pernah ada yang sia-sia jika kita melakukannya karena Tuhan. Termasuk menunggu, bukan? Karena aku yakin kamu juga percaya.

Dan tidak perlu khawatir juga, aku menunggumu.

No comments:

Post a Comment