Thursday, 3 December 2015

Teruntuk, Para Pemimpin Bangsa(t)

Wahai para pemimpin bangsa,
Kami percayakan pada kalian asa,
Tapi kenapa kini kalian buat bangsa ini sengsara!?

Nurani kalian telah rusak,
Buat kami hancur berserak.
Namun, kami akan terus bergerak
Untuk buktikan kami bukanlah budak.

Kami tahu kalian punya hak.
Tapi, bukan untuk jadikan kami budak.
Kalian tahu kami pun punya hak.
Tapi, kenapa kalian merusak?

Dengar!
Bangsa yang makmur
Tak perlu pesawat tempur,
Hanya perlu pemimpin yang jujur

Bangsa yang kaya
Tak butuh mobil bergaya,
Hanya butuh pejabat yang serya.

Lihat!
Kami tersungkur,
Di bangsa yang subur.
'Ekspatriat' malah semakin makmur.

Kami merana,
Di bumi pertiwi yang penuh pesona.
Namun kalian tetap tak jawab tanya?

Kemana nurani kalian?
Siapa yang menyembunyikannya?
Apa yang buat hati kalian terkunci?
Mungkinkan asa kalian?

Awalnya janji manis tapi berujung pahit.
Mulanya berlaku bak malaikat tapi setelahnya bertindak layak iblis.
Itulah ciri khas kalian;
Wahai, para pemimpin bangsa(t)!

Ambon, 4 Desember 2015
Menjelang 9 Des'15

No comments:

Post a Comment