Sejak hari pertama aku mencintaimu
Aku memiliki sebuah mimpi; sebuah impian
Untukmu aku ingin menjadi seorang yang begitu pengertian
Aku pernah mendengar ada yang berkata bahwa;
Yang selalu menjadi idaman adalah ia yang penuh pengertian.
Bila atas kesalahanmu yang sudah-sudah kau mendapati aku begitu mudah melupakan
Disuatu waktu mungkin kau mendapati bahwa aku begitu sulit untuk sekedar memaafkan
Aku berharap agar kau sungguh pantang menyerah
Karena sesungguhnya jauh sebelum kau memintanya
Aku sudah lebih dulu memaafkanmu
Namun aku butuh tahu perihal upayamu
Aku butuh tahu perihal kesungguhanmu
Tahukah kau,
Besarnya upayamu adalah cerminan dari seberapa berharganya apa-apa yang sedang kau upayakan
Bila pada pertengkaran yang sudah-sudah kau mendapati aku begitu tabah
Bila yang sudah-sudah kau dapati aku begitu bersemangat memperbaiki jarak diantara kita
Disuatu waktu mungkin kau mendapati aku hanya berdiam diri saja
Atau lebih memilih untuk mundur beberapa langkah seolah-olah aku sudah tak ingin lagi untuk terus melangkah
Aku berharap agar kau sungguh pantang menyerah
Kau tentu tahu bahwa harus ada yang mengalah diantara salah satu
Kau dan aku jelas tahu bahwa mengalah sungguhlah perlu
Namun bila harus selalu aku, aku akan menjadi ragu padamu
Mengertilah, bahwa aku butuh bukti
Bukti bahwa aku tidak mencintai sendiri
Bukti bahwa kita benar-benar saling mencintai
Yang saling mencintai tidak akan pernah merasa berat hati untuk saling mengerti
Yang saling mencintai akan berupaya sebaik mungkin untuk saling memperbaiki
Yang saling mencintai akan melakukannya bersama
Bukan hanya sendiri saja
Bila disuatu waktu kau dapati aku tak seperti biasanya
Maka sebenarnya itu hanya berarti satu saja: Aku sedang berada dititik lelah
Aku hanya lelah, bukan ingin menyerah
Kita tak selalu baik-baik saja
Namun ada yang ingin ku pinta darimu
Bisakah agar kau jangan menyerah meski aku berada dititik lelah
Karena bila kau menyerah, itu juga berarti satu: Kau mematahkan hatiku
No comments:
Post a Comment