Kepada Kau,
Lelaki yang dulu pernah membuatku jatuh cinta sejatuh-jatuhnya
Lelaki yang dulu memberiku luka
Lelaki yang begitu pandai menaklukan hatiku
Kau adalah salah satu dari segala yang ingin ku tahu
Aku selalu menunggu waktu
Waktu dimana Tuhan memberiku kesempatan untuk berhadapan denganmu
Setelah lama kita tak saling mengisi waktu
Aku tak berkhayal perihal perilakumu yang romantis yang sering kali membuatku ingin tersenyum manis
Inginku sederhana, sungguh sangat sederhana
Mari kita habiskan waktu saling bicara
Bicara perihal apa saja
Sampai nanti kudapati beberapa perihal kau yang begitu rahasia
Datanglah, jangan memutar balik arah
Jalan menujuku hanya tinggal beberapa langkah
Datanglah, aku tahu kau kembali datang membawa beribu harapan palsu
Tak apa, jangan ragu
Lanjutkan langkahmu
Aku memang sedang menunggu kehadiranmu
Datanglah!
Akan ku sambut kau dengan ramah
Kau pernah membuatku sangat mencintai
Kau pernah membuatku merasa sangat dicintai
Lalu dengan sengaja membuatku terpaksa harus pergi
Pada hari itu aku menangis berhari-hari
Kau pernah membuat rinduku menjadi tak terbagi
Pada hari itu aku tak henti-henti mendoa untukmj
Setelah Ayah, namamu-lah yang kusebutkan disepertiga malam juga disetiap doaku
Kau pernah memberiku cinta yang seolah nyata
Seolah padaku kau tulus mencintai
Kau pernah begitu pandai berpura-pura
Membuatku merasa menjadi perempuan paling bahagia
Mari kita habiskan waktu berdua untuk saling bicara
Abaikan saja kisah kita yang dulu pernah ada
Karena kini untukku; Kau adalah lautan yang ingin kuselami
Selalu menjadi rumah yang dulu selalu ingin untuk aku tinggali
Mari kita habiskan waktu berdua untuk saling bicara
Sampai nanti kudapati apa yang ada dibenak seorang pengkhianat cinta
Yang pandai menaklukan hatiku
Mari kita lihat sanggupkah kau membuatku jatuh cinta untuk kedua kalinya seperti yang sudah terencana?
Pada langit yang berputar
Kutitipkan ribuan peluk
Untuk sebuah luap rasa
Yang lumat terkunyah hati
Pada hujan yang rintiknya berlabuh
Kutitipkan ribuan kecup
Untuk sebuah nama yang belum tereja
Tak kunjung sampai di ujung bibir
Dan padamu, kasih
Kutitipkan sebait degup
Untuk sebuah lagu tak berujung
Ku minta kau nyanyikan
Bersama dengan janji
Ketika semesta melebur dua kepingnya
Aku
Dan
Kamu...
Jika salah satu dari kita mati, sampai jumpa di kehidupan yang lain.
Ambon, 28 Januari 2015
No comments:
Post a Comment