Tuesday, 3 May 2016

Tanggung Jawab, ya?

  • Pada mulanya, kamu hanyalah entah siapa yang mempengaruhi hidupku barang setitik saja tidak pada akhirnya, hilang kamu setitik, berantakanlah aku berdepa-depa. Tanggung jawab, ya?
  • Pada mulanya, apa-apa tentangmu rasanya bukan urusanku. Pada akhirnya, mengetahui segala tentangmu bahkan dilibatkan dalam urusanmu, aku mau. Tanggung jawab, ya?
  • Pada mulanya, untuk sekedar peduli aku gengsi. Pada akhirnya, mengenyampingkan gengsi aku lalui, sebab menahan peduli padamu, -aku tak tahan lagi. Tanggung jawab, ya?
  • Pada mulanya, ialah aku yang sama sekali tak pernah memikirkan tentangmu. Pada akhirnya, dalam kondisi tak berpikir pun, kamu muncul dalam benakku. Tanggung jawab, ya?
  • Pada mulanya, waktu yang aku lalui bersamamu tidak prioritaskan, sama saja layaknya aku bersama yang lain juga. Pada akhirnya, melewati banyak waktu bersamamu, rasanya aku selalu perlu. Tanggung jawab, ya?
  • Pada mulanya, bertemu hanya sekedar perlu. Pada akhirnya, apa apa yang berhubungan denganmu membuatku candu. Tanggung jawab, ya?
  • Pada mulanya, beberapa bagian darimu bahkan luput dari pandanganku. Pada akhirnya, bagian darimu mana yang tak aku suka? Tanggung jawab, ya?
  • Pada mulanya, kamu hilang tentu bukan perkaraku, sayang. Pada akhirnya, jika demikian jelas aku tak terbayang. Tanggung jawab, ya?
  • Pada mulanya, memintamu untuk tetap bertahan dan berjalan beriringan, -tak pernah trpikirkan. Pada akhirnya, semua itu menjadi permohonanyang semoga kamu berbaik hati mengabulkan. Tanggung jawab, ya?
Pada mulanya, sudah tentu tidak akan sama dengan pada akhirnya. Awalnya begini, akhirnya begitu. Apapun itu, semoga kamu tetap bersamaku.

Disudut bilik hatimu, 30 April 2016

No comments:

Post a Comment