Betapa pentingnya memiliki tujuan.
bila kita telah menetapkan tujuan, maka kita secara langsung telah menetapkan jiwa kita untuk ikut berjuan bersamanya. Tanpa tujuan, segalanya bisa berjalan, namun kadang tanpa jiwa.
Kita kadang berhenti di tengah jalan, beruntung bila sadar-maka kita akan bertanya-tanya tentang apa yang kita lakukan, lalu kita tersadar dan kembali ke awal. Lalu bagaimana bila tidak sadar?
Tidak mungkin, kita akan sadar pada waktunya. Hanya saja kita tidak tahu, ketika kita disadarkan mengenai tujuan hidup, entah waktu telah terlambat atau belum.
Gampang, tanpa tujuan pun kita bisa hidup. Memang, layaknya air yang mengalir. Air yang mengalir, dalam jalannya pasti menemui posisi yang rendah. Namun adakalanya, air ini akan berhenti karena telah tiba pada tempatnya. Lalu apa yang terjadi? Maka, air akan diam, menggenang. Bila tak segera bergerak, maka air itu akan "membusuk".
Begitupun hidup yang dibiarkan begitu saja berjalan. Memang nyaman karena berkutat pada standar yang rendah dan mudah. Hingga suatu kali, kita telah mencapai posisi puas, maka kita akan berhenti. Semakin lama, maka kita akan menemui jenuh.
Hingga sirkulasinya akan menemui pada pertanyaan hidup, "apalagi yang harus kulakukan?", "apa yang sebenarnya harus kulakukan?", "apa hal terbaik yang bisa kukerjakan?" dan pertanyaan hidup lainnya.
Namun, waktu tak dapat berputar sirkular. Waktu akan senantiasa lurus, berjalan, hingga menemui titik henti. Maka, kadangkala kesadaran akan hidup akan terasa sangat terlambat datangnya karena umur terlanjur menua dan kemampuan tak lagi menunjang keinginan dan harapan.
Maka, itulah pentingnya memiliki tujuan. Karena dengan waktu, kita senantiasa berkejaran.
Ambon, 9 Mei 2016
No comments:
Post a Comment