Di luar hujan. Ada hati yang sudah hilang arah untuk sekedar mengadu. Ada lidah yang tak lagi bisa mengucap segala keluh kesah. Ada sekelumit pemikiran yang benar-benar rumit. Ada ego yang diteriakan banyak pihak. Sedang mereka tak kunjung bertanya pada pihak yang diserang, apa maunya dan bahagiakah dia?
Terus saja berkumpul dengan segenap pemikiran yang diciptakan sendiri. Begitu saja terus hingga jenuh mulai menggerogoti dia. Sadar tak? Dia mulai jauh lebih rapuh dari sebelumnya. Dia tak pernah benar, sama sekali tidak.
Bila setelah ini ada yang bertanya dia kemana. Bilang saja tak tahu. Karena memang kamu dan mereka tak akan pernah tahu. Dia menghilang. Mematikan dia yang pernah kalian kenal. Besok hadiri saja pemakamannya. Terima kasih pada malam yang sudah mulai pekat. Titip rindu dan maaf pada mereka yang tak sengaja pernah disakiti ataupun dikecewakan.
Ambon, 28 Maret 2015
No comments:
Post a Comment