Dengan perasaannya, ia akan peduli meski terabaikan, yang memendam apapun segala rasa dalam tawanya.
Dengan perasaannya, ia berusaha menjadi sempurna meski jauh dari batas mampunya, yang selalu menggagahkan tiap-tiap doanya, tanpa pernah lupa, tanpa pernah terlewat.
Dengan perasaannya, ia sanggup tersenyum meski tersakiti, yang pandai menyimpan rapi luka-luka kecil meski getir tapi tetap menampakkan senyumnya.
Meski selalu diselimuti berbagai perasaan, mereka sering lupa bagaimana menjaga perasaan sendiri terhadap yang lain-lain. Jika hari ini, esok, atau lusa bertemu dengan makhluk yang seperti ini, bantulah mereka menjaga perasaan mereka. Bantu dengan cara yang baik, dengan cara yang santun.
Karena makhluk ini juga bisa terlelah. Bagai langit yang sedang menitikkan bulir kusam. Menangis itu saja cara baginya berbagi kesedihan dengan semesta. Karena ia tidak akan selamanya kuat. Bahkan, terkadang mereka sendiri tidak mengetahui sebenarnya apa yang membuat mereka menangis. Sebab kenyataannya, makhluk ini telah pandai menangis selepas bayi, tak heran jika ia terlampau menangis tanpa sebab.
Meski terkadang ia hanya berani menantimu di balik jendela, perasaannya yang berubah setiap saat hanya menjadi semakin besar, dan meski berkali-kali jatuh hinga pecah oleh pengabaian, ia akan tetap berdiri tegak di sana.
Selama air mata masih mampu menguatkan hatinya, ia sanggup menopang seisi dunia, begitu tangguh, begitu kuat. Sayangnya, mereka sering lupa betapa berharganya diri mereka sendiri.
Karena Perempuan, selamanya makhluk yang penuh perasaan.
Ambon, 21 Juli 2016
No comments:
Post a Comment