Dalam kiniku, ada juang yang tak main-main untuk didahulukan. Mendapat tempat utama pada episode bernama kita. Aku dan kamu, yang belum bisa kusebut namamu. Bersahut doa, berpadu usaha, itu kita. Yang kutanamkan dalam-dalam setiap pesan ayahku untuk patuh padamu. Yang kukencangkan angan-angan untuk membersamaimu bukan hanya di dunia, juga setelahnya. Berjuang, tentang kerja sama bukan tentang siapa yang terdepan dalam doa.
Bila dulu ada banyak doa yang kuhaturkan untuknya. Ada tangis yang tak berkesudahan ketika dia tak lagi menoleh. Ada kecewa yang menumpuk bahkan tak mampu dihitung. Bahkan ada sedih yang tak pernah berujung. Saat ini semuanya sudah tiada. Hanya pelajaran yang tersisa. Tentang pengharapan yang tak boleh berlebihan. Tentang rindu yang seharusnya terus menerus. Tentang dia yang tak boleh lebih banyak komposisinya daripada Dia
Pada akhirnya hanya pasrah yang harus dirumuskan. Terkadang hina menjadi sebab kenapa juang tak lagi berharga. Terkadang nafsu amarah berkuasa atas diri kita. Lupa bahwa pelajaranNya bukan hanya sekedar kebahagiaan, tetapi juga pengharapan-pengharapan dari luka yang sempat ada. Lalu kemana saja kaki melangkah? Jika ternyata kecewa tak perlu begitu penuh daya atas kita. Mencukupkan paham bahwa berjuang bukanlah sepihak, tetapi keduanya. Bukan siapa yang menang atau kalah, siapa yang dahulu merindu. Juang bukan itu. Ada cerita yang perlu dikalkulasi untuk menunaikan segala derita untuk menyambut asa, di depan sana.
Kadang, untuk mengerti butuh banyak sekali ketidaktahuan. Untuk bangkit butuh terjatuh bukan hanya sekali. Untuk jatuh cinta butuh sakit hati yang bertubi-tubi. Pemahaman adanya selalu di akhir. Lalu apa yang berada di awal? Jika saja perjuangan memang sebuah awalan. Lantas mengapa hingga akhir kerap selalu ada perjuangan yang bahkan tak bertepi? Mungkin benar kata mereka bahwa hidup selalu butuh perjuangan. Perlu ada yang selalu dilalui dan dilihat dalam perjalanan. Entah untuk bekal sebagai persediaan atau mungkin selama perjalanan.
Bahwa sejatinya hidup adalah perjuangan tanpa akhir. Dengan segala daya menyatukan paham bahwa yang bertepi hanyalah usia, sedangkan juang akan menemukan keabadiannya. Tidak untuk dikenang atau hanya dijadikan asupan cadangan. Ini kehidupan, bukan guyonan. Selain dari otak yang selalu butuh nutrisi, ada juang yang butuh service berkala. IjinNya adalah kunci, bahwa pemahaman hidup dari sebuah juang mengingatkan kita bahwa manusia hanyalah hamba, bukan pemilik jagat raya.
Dalam hidup ada banyak hal yang dibutuhkan, entah menurutmu sulit maupun mudah untuk dilakukan. Dan perjuangan adalah salah satunya–hal yang dibutuhkan hingga napas berhenti berhembus. Untuk segala kecewa yang pernah ada. Untuk segala tangis yamg kerap berderai. Untuk segenap kecewa yang sering menyisakan luka dan sedih. Perjuangan belum dan tak akan berakhir begitu saja. Esok masih ada cerita yang harus terus diukir. Masih ada langkah yang harus dijejak. Pasrahkan saja segala upaya dan usaha dalam perjuanganmu padaNya. Kelak ada bahagia yang menjemputmu dalam kedamaian.
Untuk secercah harap di depan, jangan ragu untuk memberi uang muka. Jika mampu, lunasi saja sebelumnya. Bahwa juang yang kau hambur bukan jatuh di tangan rentenir. Jatuhnya ada pelukan semesta yang mengaminkan segala doamu dalam bentuk mahakarya Yang Maha Esa. Mungkin kau baru mencecap sebagiannya, padahal kau perlu melalap habis setiap episode yang kudu kau lakoni. Jangan menyerah, jangan kehabisan tenaga, aku siapkan cuma-cuma minuman penambah stamina untukmu jika sedang dalam lelah. Aku siapkan waktuku sebagai garansi bahwa kau mampu dan pantas untuk menerima cerita yang lebih baik dari sebelumnya. Kamu, jangan ragu untuk bertanya tentang apapun itu, karena kita beda usia. Jangan biarkan dirimu hilang arah layaknya kang ojek tanpa gps karena juangmu tak kunjung berbalas. Tunggu dan nikmatilah kemerdekaanmu, karena kematangan juga butuh perjuangan.
Untuk kamu, kamu, kamu dan kamu yang hingga saat ini masih bisa untuk bernafas, selamat berjuang dalam perjuangan yang kamu tentukan sendiri kemana arah untuk segera mencapai tujuan! Semoga dimudahkan dalam segala langkah kebaikan :)
No comments:
Post a Comment