ku lalui kekosongan malam seorang diri.
terlindung dari cermin yang menatap terbalik.
ku lihat lautan lepas di matamu,
saat kau terbit di ufuk yang terlihat ganjil,
dan aku menyukai keganjilanmu
bagaikan kepenuhan hitam dan biru
dari malam yang ku lalui bersamamu
aku bertransformasi menjadi sebongkah pecahan kaca
dan kau membuatku menunjukkan sisi tergelapku
setiap bait yang ku utarakan
bermakna kejujuran hati
dapatkah ku menggapainya kembali?
ku rindu...
ku mengharapkan...
dapatkah terealisasikan?
ku ingin tetap tinggal
berhenti bernafas sejenak
tak ingin terbebas darimu
ku tak ingin pergi
aku hanya sadar kau tak menginginkanku, lagi...
Ku sungguh tak mengerti
Ku tak ingin pergi
tetapi aku ingin kau tahu
aku hanya ingin menikmati hidupku
di dalam jiwamu...
Ambon, 8 Juli 2015
No comments:
Post a Comment